Connect with us

9info.co.id – Dalam rangka menjalin silaturahmi dan mengetahui secara langsung kondisi Koramil jajarannya, Komandan Kodim 0316/Batam Letnan Kolonel Inf Galih Bramantyo, S.E,. M.Si, melaksanakan Kunjungan Kerja ke Koramil jajaran pada, Rabu, (29/3/2023) sekira pukul 08.45 Wib.

Dalam Kunker kali ini, sebanyak tiga Koramil di wilayah Kodim 0316/Batam berkesempatan dikunjungi langsung Dandim 0316/Batam, diantaranya, Koramil 02/Sekupang, Koramil 03/Nongsa dan Koramil.

Turut mendampingi Komandan Kodim 0316/Batam, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXIX Dim 0316 Batam Koorcab Rem 033 PD I/BB, Ny. dr. Like Galih Bramantyo beserta rombongan.

Hadir juga mendaping Komandan Kodim 0316/Batam, Pasintel Kodim 0316/Batam, Kapten Inf Harry Siregar, Pasi Ops, Lettu Inf Osman Aritonang dan Dan Unit Intel, Letda Kav Muklhlis Lubis.

 

Pada kesempatan tersebut selain memperkenalkan diri dihadapan seluruh anggota yang hadir, Dandim juga menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya ke Koramil Jajaran.

Dandim beserta Ketua Persit menjelaskan kedatangannya yakni ingin bisa bertemu, bersilaturahmi, bertatap muka dengan seluruh prajurit TNI, PNS dan Persit yang ada di Koramil-Koramil di kota Batam

“Sebagai seorang pemimpin harus mengetahui kondisi jajarannya, apa yang dilakukan, apa kesulitan anggota, seorang pemimpin harus tahu sehingga apa yang dirasakan oleh mereka kita juga ikut merasakan, Apabila ada permasalahan di keluarga prajurit, disitu seorang Komandan hadir memberikan solusi,” jelas Dandim

Komandan Kodim 0316/Batam Letnan Kolonel Inf Galih Bramantyo, S.E,. M.Si, melakukan Kunjungan Kerja ke Koramil Jajaran.

Orang nomor satu di jajaran Kodim 0316/Batam tersebut juga berpesan, sebagai satuan kewilayahan Babinsa menjadi ujung tombak. Pedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI dan 5 kemampuan ter.

“Tetap jaga sinergi dan kerjasama dengan instansi terkait lainnya agar tercipta komunikasi dan hubungan yang harmonis diwilayah binaan masing-masing,” pesannya.

Para Babinsa di wilayah mereka harus bisa memenangi pikiran dan hati rakyat, sebagai Babinsa butuh improvisasi, bagaimana harus bisa mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Tolak ukur berhasilnya seorang Babinsa yaitu apabila kondisi wilayahnya aman dan kondusif, saling menghargai dan kehadirannya selalu dirindukan oleh masyarakat.

Dandim berpesan sebagai prajurit ke wilayahan harus selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dimanapun prajurit tersebut ditempatkan. Kemudian, seorang prajurit dengan istri harus saling mendukung satu dengan yang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Dandim berpesan bagi prajurit yang menempati rumah dinas dan juga menggunakan barang inventaris lainnya.

“Saya minta semua barang-barang inventaris harap dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Lanjutnya, seorang prajurit harus bisa menjadi contoh dan figur yang baik bagi anak-anaknya masing-masing. Dan, hidup ini harus di desain sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya, karena dalam kehidupan ini tantangan dan rintangan dalam kehidupan akan selalu ada.

Selanjutnya, Kunker kedua Dandim dilaksanakan di Koramil 03/Nongsa. Dandim 0316/Batam Letnan Kolonel Inf Galih Bramantyo, S.E,. M.Si disambut langsung oleh Danramil, Kapten Inf Hendri Mulyadi, para anggota dan Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 04 Cabang LXIX Dim 0316 Batam. (Tim)

 

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain