Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Rapat Persiapan Pawai Budaya Dalam Rangka Hari Jadi Batam (HJB) ke 195, di Ruang Rapat Diskominfo Lantai 7 Kantor Pemko Batam, kamis (5/12/2024).

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan, dan diikuti Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Peraja (PP) Kota Batam Imam Tohari, dan Kepala Bagian Organisasi Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam Sri Indra Praja.

Selanjutnya, dari perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang, dan perwakilan dari Kecamatan se- Kota Batam.

Pawai Budaya HJB ke 195 tersebut akan dilaksanakan pada minggu, 15 Desember 2024 dimulai pukul 07.00 Wib. Pawai akan dimulai dari depan Kantor Wali Kota Batam dan finish di Dataran Engku Putri, Batamcentre.

Berbeda dengan Pawai Budaya tahun lalu yang dilepas Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kali ini, Wali Kota Rudi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam akan menyambut ribuan peserta di Panggung Utama Dataran Engku Putri.

“Kami akan memastikan Perayaan Hari Jadi Batam untuk seluruh warga Kota Batam ini akan meriah dan bermakna. Kami berharap masyarakat berantusias, ikut meramaikan dan menunjukan kebanggaannya terhadap Kota Batam,” ujar Rudi Panjaitan.

Sebagai informasi, Rangkaian kegiatan HJB ke-195 tahun 2024 ini akan dimulai dengan ziarah ke makam Nong Isa, pada Kamis, 12 Desember 2024 pukul 09.00 WIB di makam Nong Isa, Kampung Nongsa, Kelurahan Sambau. Kegiatan ini merupakan wujud penghormatan kepada Nong Isa.

Selanjutnya, puncak perayaan akan berlangsung pada Rabu, 18 Desember 2024. Acara dimulai dengan upacara Hari Jadi Batam di Dataran Engku Putri, Batamcentre, pada pukul 07.30 WIB, diikuti rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Kota Batam, pukul 10.00 WIB.

Pada malam harinya, akan digelar Malam Anugerah Batam Madani, bertempat di Grand Ballroom Harmonie One Hotel pukul 19.00 WIB, di mana akan diberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang inspiratif dan memberi kontribusi besar bagi Kota Batam.(MC).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM โ€“ Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain