Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Batam melakukan audensi dengan Pengadilan Negeri Kota Batam, yang diwakili oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Batam, Tiwik, S.H., M.Hum., didampingi oleh Humas PN Batam, Welly Irdianto, S.H.

Pertemuan yang berlangsung pada hari Rabu (22/01/2025) ini juga dihadiri oleh Penasehat IWO Batam, Herry Sembiring, Ketua IWO Kota Batam, Oki Indra, dan Sekretaris IWO Kota Batam, Rahmat Purba.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua IWO Batam, Oki Indra, mengungkapkan bahwa tujuan utama kedatangan IWO Batam adalah untuk mempererat hubungan dan membangun sinergi yang lebih baik dengan Pengadilan Negeri Batam, yang selama ini menjadi salah satu lokasi utama liputan bagi para jurnalis.

Ia berharap sinergitas antara wartawan dan Pengadilan Negeri Batam dapat mendukung terciptanya pemberitaan yang mendidik dan mengedukasi masyarakat.

“Kami berharap agar hubungan antara jurnalis dan PN Batam dapat terjalin lebih harmonis. Dengan sinergi ini, kami ingin menyampaikan pemberitaan yang bermanfaat bagi masyarakat, yang dapat memberikan pemahaman lebih dalam terkait proses hukum,” ujar Oki Indra.

Penasehat IWO Batam, Herry Sembiring, juga menyoroti pentingnya peran jurnalis yang tidak hanya harus berlandaskan pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, tetapi juga harus mematuhi kode etik jurnalistik.

Ia mengingatkan agar wartawan menghindari pemberitaan yang bersifat personal atau menyerang privasi pihak yang diberitakan. “Kami sangat menyesalkan jika ada oknum jurnalis yang melanggar kode etik, terutama dengan pemberitaan yang bersifat pribadi dan merugikan pihak lain,” kata Herry.

Sementara itu, Sekretaris IWO Batam, Rahmat Purba, menyarankan agar ke depannya, dengan terjalinnya sinergitas antara IWO dan PN Batam, dapat terbuka ruang untuk program-program edukatif, seperti pelatihan menulis. “Kami berharap dapat menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan, termasuk pelatihan menulis yang dapat meningkatkan kemampuan staf PN Batam dalam menyampaikan informasi secara jelas dan akurat,” tambah Rahmat Purba.

Wakil Ketua PN Batam, Tiwik, S.H., memberikan apresiasi atas kunjungan pengurus IWO. Ia menegaskan bahwa PN Batam selalu menyambut baik kehadiran wartawan yang meliput di pengadilan. “Kami selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada wartawan yang bekerja di lapangan. Mari kita jalankan tugas kita sesuai dengan tupoksi masing-masing, agar tercipta pemberitaan yang objektif dan bermanfaat,” ujar Tiwik.

Tiwik juga menyampaikan harapannya agar kritik yang disampaikan oleh wartawan dapat dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional, berimbang, dan sesuai dengan UU Pers serta kode etik jurnalistik.

“Kami tidak anti kritik, namun kami berharap kritik tersebut disampaikan dengan cara yang berimbang dan sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Humas PN Batam, Welly Irdianto, S.H., menambahkan bahwa peran serta jurnalis sangat diapresiasi oleh pihak pengadilan. Ia berharap jurnalis dapat terus menjalankan tugasnya dengan mengedepankan kode etik, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

“PN Batam selalu terbuka bagi rekan-rekan wartawan. Kami berharap pemberitaan yang dihasilkan dapat mengedukasi masyarakat untuk taat dan sadar hukum,” tuturnya.

Dengan terjalinnya sinergitas antara IWO dan PN Batam, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemberitaan yang kompeten, kredibel, berimbang, dan terpercaya, serta menciptakan saluran komunikasi yang lebih baik antara wartawan dan pengadilan, yang pada akhirnya dapat mendukung terciptanya masyarakat yang lebih memahami dan taat terhadap hukum. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain