Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Yayasan Sekolah Hidup Baru 2 Tanjung Piayu Batam dilanda kejadian memilukan setelah kembali menjadi target aksi kejahatan.

Sekolah tersebut dilaporkan telah dibobol oleh maling yang berhasil mencuri 8 unit laptop dan proyektor yang merupakan peralatan vital yang dibeli menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada hari Jumat (12/04/2023) dini hari.

Vera Anita Purba, Kepala Sekolah SD Hidup Baru 2 mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian ini. “Peristiwa ini sangat merugikan para siswa dan guru,”sebutnya.

“Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Pencurian ini tidak hanya merugikan sekolah, tetapi juga merugikan para siswa yang kini kehilangan sarana pembelajaran yang sangat diperlukan,” ujarnya dengan nada kesal.

Lokasi Kejadian

Menurut Vera Nita, Kejadian seperti ini, bukanlah kali pertama sekolah mereka menjadi korban pencurian. Meskipun sudah meningkatkan sistem keamanan dengan menggunakan cctv, kejadian ini tetap terjadi, meninggalkan banyak tanda tanya tentang keamanan lingkungan sekolah.

“Para pelaku Kejahatan merusak  teralis dan pintu ruang Guru dan kepsek, tidak hanya itu, dua unit Laptop juga diambil dari ruang tata usaha sekolah”.jelasnya.

“Kita telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Sei Beduk, kita berharap pihak Kepolisian segera mengungkap dan menangkap para pelaku kejahatan yang meresahkan tersebut”, Imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian sektor sei beduk, Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan terkait kejadian ini, dan mereka berjanji akan melakukan upaya maksimal untuk menangkap para pelaku.

Sementara itu, para orangtua dan warga sekitar berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, dan mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di sekitar area sekolah. Akibat kejadian ini, Pihak Sekolah mengaku mengalami kerugian diperkirakan mencapai sekitar 80 Juta Rupiah. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

9info.co.id | BATAM  – Pasca meninggalnya dua orang bocah yang tenggelam saat bermain di sebuah kolam di samping Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, berbagai upaya dilakukan untuk mencari solusi demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

‎Permasalahan tersebut bahkan menjadi perhatian serius dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Kota Batam. Dari hasil pembahasan dan koordinasi lintas sektor, penimbunan kolam yang selama ini dikenal warga sebagai “kolam maut” akhirnya direalisasikan.

‎Inisiatif penimbunan kolam tersebut dipelopori oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut bersama Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kepolisian Sektor Sei Beduk, RT/RW, terkhusus Pengembang Perumahan Oleana Park PT Rexvinn.

‎Menurut Jimmi, langkah penimbunan merupakan solusi paling efektif untuk menghilangkan potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎”Penimbunan kolam ini merupakan solusi terbaik demi keselamatan warga. Kita bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Jimmi.

‎Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga Perumahan Oleana Park, Juntak, mengaku lega setelah kolam yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akhirnya ditimbun.

‎”Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, serta khususnya Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus memantau dan mengawal hingga terlaksananya penimbunan kolam maut ini,” kata Juntak.

‎Menurutnya, keberadaan kolam tersebut selama ini menimbulkan rasa khawatir bagi warga karena lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Kekhawatiran itu semakin besar setelah tragedi yang merenggut nyawa dua anak yang tenggelam saat bermain di lokasi tersebut.

‎”Kami sebelumnya sangat khawatir dengan keberadaan kolam ini. Dengan ditimbunnya lokasi tersebut, rasa cemas warga tentu berkurang dan lingkungan menjadi lebih aman,” tambahnya.

‎Hal senada disampaikan warga lainnya, Manurung. Ia menilai penimbunan kolam telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Perumahan Oleana Park.

‎”Kami warga yang berdomisili di Perumahan Oleana Park sudah merasa lebih lega setelah kolam maut ini ditimbun. Ini merupakan langkah yang sangat baik demi keselamatan bersama,” ujarnya.

‎Tidak hanya menyambut baik penimbunan tersebut, warga juga mulai memanfaatkan lahan yang telah diratakan untuk kegiatan positif. Sejumlah warga menanam berbagai tanaman muda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya penghijauan di kawasan tersebut.

‎”Bahkan di lokasi yang sudah ditimbun ini, kami mulai menanam beberapa tanaman muda. Selain memperindah lingkungan, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan sementara waktu sebelum digunakan oleh pemiliknya sesuai peruntukan,” jelas Manurung.

‎Warga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

‎Penimbunan kolam yang sebelumnya menjadi sorotan publik ini dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain