Connect with us

9info.co.id.– Organisasi Kemasyarakatan Ikatan Pemuda Karya (IPK) DPD Tingkat II Kota Batam merayakan ulang tahun ke -18, Minggu (27/2/2022) di Komplek Ruko Central Aladin, Batam Centre siang.

Dalam memeriahkan perayaan HUT IPK DPD Tingkat II Kota Batam ke-18, Panitia pun menghadirkan Pelawak Batak Nai Malvinas.

Sebagai Bentuk ucapan syukur dan rasa kebersamaan, Acara Ulang Tahun HUT IPK kota Batam ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng dan kue ulang Tahun oleh Ketua IPK DPD TK II Kota Batam, Budi Purba, bersama pengurus dan Anggota IPK dan Disaksikan oleh para tamu undangan.

Dalam acara ulang tahun IPK Kota Batam, tampak dihadiri oleh Danramil 03 Kecamatan Nongsa dan Batam Kota, sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) seperti dari Persatuan Batak Bersatu (PBB), FKPPI dan juga Pemuda Pancasila (PP).
Ketua IPK DPD Tingkat II Kota Batam, Budi Purba mengatakan, kepemimpinannya menjalankan organisasi ini juga untuk mewujudkan pembangunan Kota Batam. Kata dia, terdapat beberapa program IPK Kota Batam yang saat ini telah dijalankan.
“Salah satu program yang sudah kami jalankan ialah Jumat bersih-bersih di seluruh kecamatan yang ada di Kota Batam,” kata Budi.

Kata dia, ormas IPK saat ini tidak mengandalkan otot saja. Tapi sambungnya, semua para kader IPK hingga ke PAC dan ranting harus bisa berbuat untuk kepentingan bersama.
“Kita juga harus saling menghargai, terutama dengan ormas lainnya yang ada di Batam,” ucapnya.
Sementara itu, Danramil 03 Kecamatan Batam Kota dan Nongsa, Kapten inf H Siregar mengharapkan agar bisa saling bekerjasama kedepannya.

“Saya menjaga dua wilayah Nongsa dan Batam Kota, kita harus saling kerjasama, kalau ada program bisa shering, terutama untuk kepentingan masyarakat.
Semoga organisasi ini berdiri ada kegiatan positif,” ucapnya.

Penasehat IPK Provinsi Kepri, Toni Siahaan mengatakan, IPK Kota Batam harus bisa berkembang. Kata dia, IPK Batam juga harus bisa bersinergi dengan OKP lainnya.

“Kita jangan mau terkotak-kotak, intinya tetap Bersinergi Dengan pemerintah”.
Toni menambahkan, “ Dahulu Kader IPK selalu identik dan maraknya di dunia 303, tapi saat ini harus berubah. Hidupkanlah kembali Serikat Pekerja Parkir (SPP) itu program yang sangat bagus. Bangun komunikasi dengan para senior di IPK untuk mengkaryakan anggota IPK di Batam,” ucapnya.

Hal Senda disampaikan Wakil Ketua DPP Nasional Corruption Wach (NCW) Alex mengungkapkan, siap bersinergi dengan IPK Batam.”Kalau ada temuan terkait korupsi, bisa saling berkoordinasi”,jelasnya.

Dilain sisi, terlihat Penampilan dan Antraksi Lawak Batak Nai Malvinas dalam acara ulang tahun IPK Batam ini pun membuat para tamu undangan yang hadir merasa terhibur. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Skandal Infrastruktur di Lubuk Baja? Jalan Hancur, Drainase Diduga Ditutup, Respons Pemerintah Dipertanyakan

Skandal Infrastruktur di Lubuk Baja? Jalan Hancur, Drainase Diduga Ditutup, Respons Pemerintah Dipertanyakan

9info.co.id | BATAM – Kondisi memprihatinkan Jalan Raden Patah Blok 3, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, memicu sorotan publik dan berpotensi menjadi isu viral.

‎Kerusakan jalan yang semakin parah, disertai dugaan penutupan drainase tanpa bak kontrol, menimbulkan pertanyaan serius terhadap kinerja dan pengawasan pemerintah daerah.

‎Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, ruas jalan tersebut dipenuhi lubang di berbagai titik dan kerap tergenang air saat hujan turun. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur.

‎Sejumlah pelaku usaha di kawasan itu mengaku terdampak langsung. Salah satunya, Lambok Pranata Sihombing, yang secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah.

‎“Kami taat membayar pajak, tetapi kondisi jalan seperti ini seolah dibiarkan. Ini bukan kerusakan baru, sudah cukup lama,” ujarnya.

‎Permasalahan tidak berhenti pada kerusakan jalan. Temuan di lapangan menunjukkan adanya dugaan penutupan saluran drainase di sepanjang ruas Jalan Raden Patah, yang bahkan dimanfaatkan sebagai area parkir, mulai dari kawasan sekitar sekolah hingga mendekati area hotel. Ironisnya, penutupan tersebut tidak disertai pembangunan bak kontrol sebagai bagian dari standar sistem drainase yang semestinya.

‎Akibatnya, setiap kali hujan turun, kawasan ini dilaporkan mengalami genangan air dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan badan jalan.

‎Dari hasil investigasi, beberapa titik drainase terlihat tertutup permanen tanpa sistem pengendalian air yang memadai. Situasi ini semakin diperparah dengan adanya aktivitas pembangunan di sekitar kawasan dekat The L Hotel, di mana akses drainase di depan proyek juga diduga telah ditutup tanpa perencanaan teknis yang jelas.

‎Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi banjir yang lebih besar ke depan. Warga menilai, tanpa penanganan serius, kawasan ini dapat berubah menjadi titik rawan genangan permanen.

‎“Kalau hujan turun, ini bisa jadi seperti kolam. Harusnya ada bak kontrol, jangan asal tutup drainase,” tambah Lambok.

‎Dari perspektif hukum, dugaan penutupan drainase tanpa izin dan tanpa memenuhi standar teknis berpotensi melanggar ketentuan terkait tata kelola infrastruktur dan perlindungan lingkungan. Selain itu, pembiaran terhadap jalan rusak dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh pemerintah.

‎Sorotan juga mengarah kepada BP Batam yang dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembangunan di kawasan tersebut. Padahal, setiap kegiatan pembangunan wajib memperhatikan keberlanjutan fungsi fasilitas umum, termasuk sistem drainase.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam terkait kondisi tersebut. Minimnya respons ini justru memperkuat persepsi publik adanya pembiaran terhadap persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat.

‎Warga dan pelaku usaha mendesak pemerintah serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan jalan, normalisasi drainase, hingga evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pembangunan di lokasi tersebut. Tanpa tindakan cepat dan terukur, kerusakan infrastruktur ini dikhawatirkan akan terus meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (RP).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain