Connect with us

9info.co.id – Sebanyak 250 an peserta sudah mendaftar Batam BA 10K. Kegiatan kepariwisataan ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam yang berlangsung 10 September 2022 mendatang.

Untuk biaya pendaftaran Batam BA 10K mikai banyak sponsor yg ikut biaya pendaftaran dapat diturun kan menjadi Rp.50 ribu utk umum dan Rp. 35.ribu utk pelajar, Calon peserta mendaftar melalui https://bit.ly/lari10kbatam. “Di link tersebut peserta mengisi nama, umur, nomor handphone, dan mengupload foto KTP,” kata, Ardiwinata Kepala Disbudpar Kota Batam, Minggu (14/8/2022).

Peserta akan mendapakan baju, asuransi, dan snack. Oleh karena itu ia mengajak seluruh masyarakat Kota Batam, wisatawan lokal, maupun mancanegara dapat berpartisipasi mengikuti kegiatan kepariwisataan tersebut.

“25 finisher yang menyelesaikan sampai finish akan mendapat mendali,” terangnya.

Adapun rute yang ditempuh peserta dimulai dari Pacific Palace Hotel Batam, menuju DC Mall, lalu ke BCS Mall, kearah simpang Indomobil, menuju Cafe Cabuci, kearah Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam, kemudian Nagoya Hill Hotel, ke arah Gereja Immanuel, Planet Holiday Hotel & Residence, dan berakhir Pacific Palace Hotel.

“Peserta akan melewati jalan yang bagus lebar, yang dibangun oleh Pak Wali (Muhammad Rudi) dan ada pohon ketapang kencana, dan sebagainya.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang perna diikuti oleh peserta mancanegara seperti dari Kenya, Afrika Timur. Ia berharap, dengan dihidupkannya kembali kegiatan lari tersebut dapat menjadi daya tarik wisata.

“Kita harapkan dari pelari Nasional dan luar negeri seperti dari benua Afrika kembali datang,” ucapnya.

Disbudpar sepanjang tahun 2022 sudah menggelar event besar, seperti Batam Wonderfood Ramadhan, Kenduri Seni Melayu (KSM), Batam Jazz Fest (BJF), dan tak lagi Batam Marathon 10 K. Ia berharap kegiatan ini mampu menarik wisatawan ke Batam dalam jumlah besar.

Bahkan Ardi berencana akan menghidupkan kembali kegiatan yang telah lama vakum. Kegiatan itu seperti Vegetarian Food Fiesta, Tour De Barelang, dan sebagainya.

“Muda-mudahan tak hanya pemerintah dengan dukungan semua stakeholder, pelaku pariwisata kegiatan ini ada lagi,” pungkasnya. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain