Connect with us

9info.co.id – Dalam rangka mempersiapkan generasi muda sebagai agen perubahan untuk membangun negeri, PLN Batam menylenggarakan Kuliah Umum di Aula Universitas Ibnu Sina, Batam, Selasa (20/6). Mengusung tema “Peran Kelistrikan Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Batam Dengan Dukungan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa sebagai generasi muda bangsa tentang peran ketenagalistrikan.

Dibuka oleh Rektor Universitas Ibnu Sina, Prof. Dr. H. Mustaqim Syaib, SE.MM, kuliah umum diikuti lebih dari 200 peserta yang penuh semangat. Kuliah Umum diisi oleh pemateri dari PLN Batam, yakni Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Hamidi Hamid dan Dosen Universitas Ibnu Sin, Muhammad Siddik. Turut hadir juga Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Wakil Dekan FEB Universitas Ibnu Sina.

Dalam sambutannya, Rektor Ibnu Sina meminta supaya mahasiswa yang hadir untuk dapat mengikuti Kuliah Umum ini dengan sungguh-sungguh. Sebab, banyak praktik ilmu kelistrikan yang dilapangan yang kadang tidak dijelaskan dalam teori pelajaran.

“Dunia pendidikan saat ini ditantang untuk melakukan reorientasi dengan mengikuti perkembangan zaman. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM ke depannya. Maka dari itu, untuk kemajuan pembangunan dan masa depan Batam,” ujar Mustaqim.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN Batam yang membantu mahasiswa Universitas Ibnu Sina untuk membangun serta mempersiapkan generasi muda sebagai agen perubahan dan pembangunan. Mengingat banyaknya manfaat dari Kuliah Umum, semoga kedepannya kegiatan positif seperti ini dapat kita laksanakan dengan rutin,” tambahnya lagi.

Sementara itu, dalam paparannya, Hamidi Hamid menjelaskan kepada peserta mengenai pembangunan infrastruktur kelistrikan di Batam. Dirinya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kota Batam mengalami kenaikan signifikan menandakan iklim usaha di Batam yang menjanjikan sehingga dibutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan untuk tetap menjaga system kelistrikan yang andal.

“Listrik menjadi faktor penting untuk kehidupan kita lebih baik ke depannya, karena saat ini aktivitas kita sudah sangat tergantung kepada energi listrik. Kami dari PLN Batam pun terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar pertumbuhan dari berbagai sektor baik perekonomian, pendidikan dan yang lainnya dapat terus maju,” kata Hamidi.

Untuk rencana kedepan Hamidi menambahkan bahwa saat ini PLN Batam berkomitmen untuk meningkatkan keandalan sistem melalui The New Era of PLN Batam. Dengan sistem ini bertujuan untuk memperluas “Business Coverage” dan siap mendukung investasi yang hadir di Batam serta sangat terbuka untuk peluang kerjasama dengan pelaku usaha lain.

“Kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang kodisi kelistrikan di Batam saat ini dan rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan PLN Batam. Dengan begitu, para peserta siap menjadi tulang punggung Batam di masa depan,” harap Hamidi. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dan puncak musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada Agustus. Sementara itu, berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) pun menaruh perhatian serius terhadap potensi ini, mengingat waduk merupakan sumber utama air baku untuk mendukung kebutuhan air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim ini harus dilakukan sejak dini.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, lanjut Denny, BP Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan air baku.

Pertama, BP Batam bersama PT ABH terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku secara real-time. Data pemantauan level dan kondisi air tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola dalam menentukan langkah operasional, termasuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, BP Batam terus mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antar waduk untuk mendukung distribusi air baku bagi wilayah yang terdampak penurunan debit air baku.

Ketiga, selain aspek teknis, BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA). Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.

Terakhir, BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” pesannya.

Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.

Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan;
  2. Memeriksa instalasi air secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kebocoran;
  3. Mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering;
  4. Menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain