Connect with us

9Info.co.id – PT PLN Batam berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam menyalurkan 1.176 bantuan sembako kepada masyarakat nelayan tradisional yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kota Batam pada Alun-Alun Engku Putri, pada Senin (26/6). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi bersama Wakil Gubernur Provinsi Riau, Marlin Agustina Rudi, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwasnyah Putra dan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Ridwan Afandi.

Foto Bersama Usai Pernyerahan Sembako Bersama PLN Batam

Foto Bersama Walikota Batam  H.M.Rudi ,  Usai Penyerahan Sembako Bersama Bright  PLN Batam

Dalam sambutannya, Walikota Batam menyampaikan apresiasi kepada PLN Batam atas kepedulian kepada masyarakat nelayan lewat bantuan Program Bantuan Paket Sembako CSR PLN Batam. Sebab bantuan ini juga sejalan dengan Program Pemerintah Kota Batam dalam memajukan masyarakat nelayan.

“Bantuan ini merupakan aksi peduli melalui CSR dari PLN Batam, pemerintah daerah berharap agar para nelayan yang mendapat bantuan bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Terima kasih kami ucapkan untuk PLN Batam,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan bahwa Pemerintah Kota Batam juga secara rutin selalu memberikan bantuan kepada masyarakat yang terbagi menjadi 2 gelombang. Sebelumnya sudah lebih kurang 114 ribu paket yang sudah dibagikan.

Walikota Btam, H.M.Rudi Mneyerahkan Sembako Gratis

Walikota Batam, H.M.Rudi Menyerahkan Sembako Gratis program Bright PLN Batam

“Jumlah itu pun masih belum cukup, oleh karena itu kami berharap perusahaan lain dapat mencotoh langkah PLN Batam dalam memberikan bantuan CSR kepada masyarakat. Rencanaya pada akhir tahun ini Pemerintah Kota Batam akan membagikan bantuan sembako lagi,” tutur Rudi.

Sejalan dengan Walikota Batam, Wakil Gubernur Provinsi Kepuluan Riau, Marlin Agustina juga mendukung kolaborasi dan sinergi antara Pemko Batam dengan PLN Batam. Ia berharap program bantuan ini akan menjadi kegiatan rutin sehingga dapat membantu mengurangi beban para nelayan tradisional.

“Batam adalah kota yang luar biasa, kita bisa melihat bagaimana pembangunan infrastruktur dan ekonomi berkempamg pesat. Maka dari itu marilah kita bersama-sama mendukung program pemerintah, seperti yang dilakukan PLN Batam, sehingga cita-cita Kota Batam dalam mensejahterakan masyarakat dapat diwujudkan. Semoga untuk kegiatan berikutnya bantuan yang diberikan lebih banyak, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang menerima manfaatnya,” harap Marlin.

Sementara itu Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kota Batam yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang saat ini masih terus dikerjakan oleh PLN Batam.

Penyerahan Sembako Gratis dari PLN Batam

Penyerahan Sembako Gratis dari  Bright PLN Batam

“Kegiatan penyerhan bantuan CSR kita pada hari ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi yang baik antar instansi, yaitu Pemerintah Kota Batam dengan PLN Batam, bersama-sama memberikan bantuan CSR dalam bentuk pembagian sembako kepada masyarakat nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kota Batam,” ujar Irwansyah.

“Harapan kami mudah-mudahan bantuan ini memberi manfaat untuk kebutuhan bagi saudara nelayan kita,” tambahnya lagi.

Selain memberikan paket bantuan sembako, ada juga kegiatan penyerahan klaim asuransi BPJS dari Kantor BPJS Kota Batam. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan pembangian sembako.

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain