Connect with us

9info.co.id– Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau lokasi penanaman pohon jati emas. Rudi ingin rencana penanaman pohon tertata rapi sesuai rencana.

“Dengan pengecekan ini, tujuannya memastikan luas tanah sebagai media penanaman telah sesuai,” kata Rudi saat peninjauan.

Beberapa waktu lalu, Rudi yang juga Kepala BP Batam telah memimpin langsung rapat koordinasi bersama Forkopimda di Balairung Sari, BP Batam.

“Kami ingin lingkungan Batam tetap sejuk dengan mendorong penghijauan ini,” katanya.

Ia juga kerap mengabarkan kepada masyarakat pada setiap kesempatan, bahwa penanaman pohon jati emas di sepanjang Jalan Simpang Bandara Hang Nadim Batam sampai dengan Simpang Fly Over Laluan Madani.

Ia meminta keterlibatan semua pihak untuk ikut menyukseskan kegiatan yang rencananya antara Juli atau Agustus ini

“Kita akan bangun jalan dari bandara ke arah Nagoya masing lima lajur setiap jalurnya. Dan, sepanjang jalan itu kita juga akan tanam pohon kayu jati emas,” kata Rudi.

Rudi memiliki tujuan, Batam yang dianugerahi segala potensi ini harus terus berbenah. Maka dari itu, pembangunan kian masif dilakukan. Tak hanya terkenal dengan kota industri, Rudi juga ingin memaksimalkan sektor potensial yakni pariwisata.

“Kalau pariwisata tentu jalan-jalan ini harus indah, supaya orang yang datang betah dan ingin datang lagi ke sini,” imbuhnya.

Bukan rahasia umum, Batam sedang gecarnya dibangun. Tak ayal berbagai apreasiasi didapatkan Rudi sebagai pimpinan daerah maupun Pemko Batam sebagai pemerintah daerah.

“Semua pikiran dan kemampuan saya curahkan agar kota ini menjadi modern dan madani yang sejahtera masyarakatnya,” ucap Rudi.

Di bawah komando Rudi, walau pandemi merebak, pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 4,75 persen tahun 2021 lalu, angka tersebut dirilis awal 2022. “Saya ingin 2022 ini naik menjadi 6 persen ke atas,” pungkasnya. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain