Connect with us

9info.co.id | BATAM – Sengketa ketenagakerjaan antara karyawan tetap dan manajemen PT. BPR Indobaru Finansia, perusahaan yang beralamat di Komplek Pertokoan Mitra Raya, Kota Batam, semakin memanas setelah kuasa hukum dari Pekerja berinisial LT, melalui ASCO Law Firm, melayangkan somasi ketiga dan terakhir kepada direksi perusahaan tersebut.

‎Somasi ini merupakan kelanjutan dari dua somasi sebelumnya yang tidak ditanggapi serius oleh pihak perusahaan. Somasi III bertujuan untuk mempertemukan kedua belah pihak dalam perundingan bipartit terakhir sebelum klien mengambil langkah hukum lebih lanjut sesuai mekanisme ketenagakerjaan dan pidana.

‎Kuasa hukum LT, yakni Allingson Simanjuntak, SH., CPL., CPM., menyampaikan bahwa klienya telah bekerja sebagai karyawan tetap di PT. BPR Indobaru Finansia sejak tahun 2014.

‎Awalnya menjabat sebagai Pejabat Eksekutif di bidang Human Resource Department (HRD), klien kemudian dimutasi beberapa kali, terakhir ke posisi Pejabat Eksekutif Internal Audit berdasarkan SK Direksi Nomor 024/KEP-DIR/IBF/V/2025 tertanggal 27 Mei 2025.

‎Masalah muncul ketika terjadi perubahan upah secara sepihak. Dalam posisi sebelumnya, klien menerima gaji sebesar Rp10.630.000,-. Namun setelah mutasi, gajinya turun menjadi Rp8.400.000,-, atau terjadi pengurangan sebesar Rp 2.230.000,- tanpa dasar hukum yang jelas. Penurunan ini diduga melanggar hak normatif pekerja serta tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

‎Kuasa hukum menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi melanggar Pasal 372 dan 374 KUHP, yakni tentang dugaan penggelapan dan penggelapan dalam jabatan, serta Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang pemutusan hubungan kerja.

‎ASCO Law Firm juga menyampaikan bahwa klienya telah mengabdi selama kurang lebih 11 tahun dan tindakan sepihak oleh perusahaan tidak hanya mencederai prinsip keadilan dalam hubungan industrial, tetapi juga dapat menjadi preseden buruk bagi perlindungan pekerja di sektor perbankan.

‎Pertemuan bipartit terakhir dijadwalkan berlangsung pada Senin, (7 Juli 2025), pukul 10.00 WIB di Kantor ASCO Law Firm, Batam. Dalam undangan tersebut, pengacara menyampaikan harapan agar pihak perusahaan dapat hadir dan menyelesaikan sengketa ini secara kekeluargaan.namun hingga berita ini diterbitkan pihak manajemen tidak kunjung datang.

‎Karena tidak adanya itikad baik dan tidak tercapainya kesepakatan dalam pertemuan yang dijadwalkan, langkah hukum lanjutan akan ditempuh, baik melalui mekanisme penyelesaian hubungan industrial di pengadilan maupun pelaporan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

‎Pihak perusahaan hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait somasi dan tuduhan yang dilayangkan. (RP).

‎

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain