Connect with us

9info.co.id | BATAM – Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PDI Perjuangan, Tapis Dabbal Siahaan, SH, melaksanakan Reses Masa Sidang I Tahun 2025 di Kampung Cunting RT 002/RW 001, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, pada Selasa (25/11/2025) malam pukul 19.00 WIB.

Kegiatan reses tersebut dipadati warga yang datang untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait peningkatan pelayanan kesehatan dan kebutuhan infrastruktur.

Tapis Dabbal: Siap Kawal Aspirasi dan Tekankan Pentingnya Administrasi

Dalam sambutannya, Tapis Dabbal menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kondisi masyarakat.

“Saya siap menjadi penghubung apa pun aspirasi masyarakat kepada pemerintah kota. Setiap keluhan akan saya kawal hingga mendapatkan tindak lanjut,” ujarnya.

Ia menekankan komitmennya terhadap isu kesehatan yang banyak disuarakan warga.

“Saya sangat konsisten mengawal keluhan warga, khususnya di bidang kesehatan. Namun saya perlu mengingatkan bahwa tertib administrasi adalah syarat mutlak agar pelayanan pemerintah dapat berjalan maksimal,” tambahnya.

Tokoh Masyarakat Soroti Pelayanan Kesehatan

Dalam sesi dialog, tokoh masyarakat Kampung Cunting, Pak Nandes, menyampaikan keluhan mengenai fasilitas kesehatan.

“Pelayanan di RSUD dan Puskesmas masih sering menyulitkan kami. Dari antrean hingga proses administrasi, masih banyak yang perlu dibenahi,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Jelaskan BPJS Gratis untuk Kelas 3

Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Batam menanggapi langsung keluhan masyarakat dengan memberikan penjelasan mengenai layanan BPJS.

“Bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Batam, iuran BPJS Kesehatan ditanggung pemerintah untuk kelas 3. Karena itu kami menghimbau agar warga segera mendaftarkan diri ke BPJS agar masuk dalam data dan dapat menerima layanan,” jelasnya.

Penjelasan ini disambut baik oleh masyarakat yang membutuhkan kepastian layanan kesehatan.

Ketua RW Arifin: Reses Pertama dalam Sejarah Kampung Cunting

Ketua RW 02, Arifin, memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya reses di kampung mereka.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Dewan Tapis Dabbal Siahaan. Ini sejarah bagi kami, karena baru kali ini reses diadakan di kampung kami,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membuka ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat.

Kegiatan reses berlangsung lancar dan menghasilkan sejumlah poin penting yang akan dibawa Tapis Dabbal Siahaan ke DPRD Kota Batam, terutama terkait pelayanan kesehatan, kelengkapan administrasi warga, dan perbaikan infrastruktur.

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain