Connect with us

9info.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, meresmikan wahana olahraga biliar, Westside, di Batam, Sabtu (10/9/2022).

Keberadaan Westiside yang berlokasi di STC Mall Sekupang itu, menambah amenitas di sektor sport tourism.

“Ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin olahraga biliar,” ujar Ardi.

Ia mengapresiasi hadirnya Westside. Ia optimistis, dengan banyaknya amenitas maka turis makin mudah menjangkau lokasi atau destinasi wisata.

“Laporan ke kami, banyak wisatawan mancanegara sudah bermain biliar di Westside. Alhamdulillah, wahana olahraga ini menjadi destinasi baru,” katanya.

Tak hanya berolahraga, wisatawan yang berkunjung ke Westside juga bisa kongko bersama rekan karena terdapat restorannya juga.

“Pengusaha mulai ramai membuka lagi usahanya, ini artinya ekonomi Batam mulai menggeliat lagi,” katanya.

Saat peresmian Westside, turut hadir Ketua KONI Kepri, Usep. Di lokasi itu, Usep menyampaikan keberadaan Westside menjadi suatu luar biasa.

“Poin pentingnya ini menjadi lokasi wisata sekaligus menjadi lokasi pembinaan atlet-atlet ke depan,” katanya.

Ia mengaku, para atlet luar negeri seperti Singapura bahkan memilih Batam untuk bermain. Dengan banyaknya rumah biliar seperti Westside akan menjadi pilihan baru bermain biliar.

“Banyak atlet Singapura bermain biliar ke Batam, karena tergolong murah,” ujarnya.

Rumah Biliard Westside ini didirikan atas kerjasama 3 anak muda Batam Doni, Deni dan Hendri.

“Westside ini kami buka di sekupang karena hampir tidak ada rumah biliard disini, dengan 14 meja berstandar,” ujar Doni salah seorang pemilik.

“Kami memberikan paket khusus utk pelajar dan member atlet, ke depan akan ada paket utk wisman juga,” tambah nya.

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain