Connect with us

9info.co.id – Unit bisnis penginapan yang sepenuhnya dimiliki oleh CapitaLand Investment Limited, The Ascott Limited (Ascott), merayakan bulan Ramadan melalui program Ascott Berbagi atau Ascott Takes Part Ramadan. Tahun ini, sebanyak 3000 meal box dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan yang berasal dari 69 properti yang berpartisipasi di 14 kota di Indonesia. Jaringan properti Ascott serentak membagikan meal box yang berisi makanan dan minuman untuk berbuka puasa kepada keluarga yang tinggal di lingkungan padat penduduk, yayasan yang membutuhkan, dan panti asuhan. Meal box tersebut dibuat oleh restoran yang berasal dari properti Ascott.

Chuck Abbott, Ascott Country General Manager Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina mengatakan: “Sebagai perusahaan penginapan yang bertanggung jawab, Ascott telah memberikan kontribusi kepada masyarakat selama lebih dari 25 tahun sejak kami beroperasi di Indonesia. Ascott Takes Part Ramadan merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang kami lakukan setiap tahun selama bulan Ramadan. Tahun ini, sebanyak 69 properti kami yang terdiri dari serviced residence dan hotel di 14 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Batam, dan kota-kota lainnya, berpartisipasi dalam Ascott Takes Part Ramadan tahun ini.”

Program Ascott Takes Part Ramadan bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan dengan menciptakan momen kebersamaan selama bulan Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh staf dari hotel dan serviced residence yang berpartisipasi, tetapi juga dari manajemen Ascott Indonesia corporate office dan rekan media di beberapa kota yang turut serta dalam membagikan meal box kepada mereka yang membutuhkan.

Patrick Vaysse, Chief Operating Officer Ascott mengatakan: “Kami sangat senang dapat menyelenggarakan Ascott Takes Part Ramadan kembali tahun ini, yang merupakan program CSR tahunan kami. Dengan semangat kebersamaan yang kuat dari kolaborasi staf gabungan di berbagai kota, kami senang dapat mendistribusikan 3000 meal box yang berasal dari restoran-restoran kami untuk masyarakat. Kami berharap hal ini dapat memberikan kegembiraan dan keberkahan bagi mereka selama bulan suci Ramadhan.”

Kegiatan ini sejalan dengan ‘Ascott Cares’ yaitu komitmen kami untuk memperluas budaya kepedulian dan menghadirkan keramahtamahan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan keberadaan Ascott yang semakin global, kami berada dalam posisi untuk memberikan dampak positif yang lebih besar kepada masyarakat dan saling menghormati melalui kesetaraan dalam keberagaman. Kami berupaya membangun komunitas yang tangguh dan sejahtera di tempat kami beroperasi, dengan berpijak pada dukungan masyarakat dan warisan budaya yang kuat.

Bergabunglah dengan program loyalitas kami, Ascott Star Rewards (ASR) dan dapatkan lebih banyak keuntungan. Dapatkan promo khusus berbuka puasa dan pemesanan kamar khusus Idul Fitri yang eksklusif untuk anggota ASR. Anggota ASR dapat menikmati keuntungan dan keistimewaan selama bulan Ramadan melalui program “Iftar Delight”. Program ini menawarkan berbagai diskon makanan dan minuman khusus untuk berbuka puasa di jaringan hotel Ascott di Indonesia.

Selain itu, anggota ASR juga mendapatkan keuntungan untuk pemesanan kamar selama periode Idul Fitri melalui program “Blissful Lebaran”. Promo ini memberikan keuntungan tambahan untuk tamu dengan periode menginap minimum termasuk sarapan. Penawaran ini berlaku hingga 22 April 2023, dengan periode menginap mulai tanggal 20 – 25 April 2023. Pemesanan dapat dilakukan melalui website discoverasr.com, atau melalui telepon, email, dan WhatsApp business langsung ke properti.

Tentang The Ascott Limited

The Ascott Limited adalah perusahaan Singapura yang telah berkembang menjadi salah satu pemilik-operator serviced apartment dan bisnis hotel internasional terbesar di dunia. Portofolio Ascott mencakup lebih dari 220 kota di lebih dari 40 negara di Asia Pasifik, Asia Tengah, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Serikat.

Ascott memiliki lebih dari 94,000 unit operasi dan sekitar 64,000 unit dalam pengembangan, sehingga memiliki total 159,000 unit di lebih dari 900 properti.

Perusahaan ini mengoperasikan merek serviced apartment and hotel diantaranya Ascott, Citadines, lyf, Oakwood, Quest, Somerset, The Crest Collection, The Unlimited Collection, Préférence, Fox, Harris, POP!, Vertu dan Yello.

Program loyalitas Ascott, Ascott Star Rewards, menawarkan keuntungan eksklusif bagi anggotanya saat mereka memesan langsung melalui Ascott untuk masa inap mereka di properti yang berpartisipasi.

Ascott, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh CapitaLand Investment, perintis serviced apartment bertaraf internasional di Asia Pasifik dengan pembukaan The Ascott Singapore pada tahun 1984. Saat ini, perusahaan telah memiliki pengalaman usaha selama 40 tahun dan memenangkan penghargaan merek serviced apartment yang diakui oleh seluruh dunia.

Tentang CapitaLand Investment Limited (www.capitalandinvest.com)
Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, CapitaLand Investment (CLI) adalah real estate investment manager (REIM) terkemuka dengan posisi di Asia yang kuat. Pada 31 Desember 2022, CLI memiliki sekitar S$132 miliar aset real estate yang dikelola, dan sekitar S$88 miliar dana kelolaan (FUM) melalui enam real estate investment trusts dan trust bisnis terdaftar serta lebih dari 30 dana pribadi di Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika Serikat. Memiliki berbagai kelas real estate yang beragam mencakup pembangunan terintegrasi, ritel, kantor, penginapan, dan sektor ekonomi baru seperti taman bisnis, industri, logistik, dan pusat data.
CLI bertujuan untuk meningkatkan FUM dan pendapatan terkait biaya melalui manajemen dana, manajemen penginapan dan kemampuan operasinya yang lengkap, dan mempertahankan manajemen modal yang efektif. Sebagai lengan manajemen investasi Grup CapitaLand, CLI memiliki akses ke kemampuan pengembangan dan peluang investasi saluran dari lengan pengembangan CapitaLand.

Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, CLI menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari apa yang dilakukannya dan berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. CLI berkontribusi pada kesejahteraan lingkungan dan sosial masyarakat tempat ia beroperasi, karena memberikan kontribusi ekonomi jangka panjang nilai bagi para pemangku kepentingannya. (Int)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain