Connect with us

9info.co.id – Sebanyak 14 unit rumah yang berlokasi di Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Seibeduk Kota Batam Ditertibkan Tim Terpadu, Kamis (11/05/2023).


Penertiban yang dilakukan tim terpadu pemerintah kota batam tersebut, tidak mendapatkan perlawanan dari warga. Sebab, warga yang direlokasi tersebut telah terlebih dahulu mendapatkan surat pemberitahuan melalui SP 1 hingga SP 3. Bahkan diketahui warga yang terdampak penggusuran tersebut telah mendapatkan ganti rugi berupa kavling siap Bangun (KSB) resmi Dari pihak BP Batam yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga sebelumya.
Anto, Kepala Bidang Trantibum Satpol PP kota Batam menyatakan. Penertiban yang dilaksanakan hari ini, merupakan lanjutan dari penertiban sebelumnya. “Dari data sebelumnya sebanyak 36 rumah yang akan ditertibkan. namun ada tersisa 14 unit rumah lagi yang akan ditertibkan pada hari ini,” jelas Anto.
“Penertiban hari ini berjalan dengan baik, sebab segala process kita laksanakan sesuai SOP. Bahkan dari 14 pemilik rumah di kampung Sukadamai yang ditertibkan pada hari ini, hanya 3 pemilik rumah saja yang belum memindahkan barang barang mereka,” terangnya.


Yanto menambahkan, “Untuk mempermudah pelaksanaan penertiban, sebelumnya personil Tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, Ditpam BP Batam, TNI -Polri dan disaksikan pihak Kejaksaan, membantu warga untuk memindahkan barang barang mereka, dan selanjutnya menurunkan alat berat untuk merobohkan bangunan milik warga,”jelasnya.
Diketahui, penertiban ini dilakukan untuk mempermudah akses pembangunan dan memperbesar saluran drainase utama di wilayah kecamatan Sei beduk , sehingga persoalan banjir bisa teratasi di wilayah ini. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

SPAM Batam Gesa Perbaikan dan Peremajaan IPA di Kota Batam

SPAM Batam Gesa Perbaikan dan Peremajaan IPA di Kota Batam

9Info.co.id | BATAM – Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam, Denny Tondano menanggapi keluhan yang diutarakan oleh masyarakat terkait gangguan air di beberapa lokasi perumahan di Kota Batam, salah satunya adalah Perumahan Happy Garden, Nagoya.

Dalam kesempatan pertama, Denny menjelaskan gangguan tersebut terjadi diakibatkan oleh kerusakan pipa. Perbaikannya sendiri membutuhkan waktu dan cukup rumit karena lokasi kerusakan terletak di median jalan yang sudah dicor dan digunakan sebagai lalu lintas utama.

“Sebagai langkah perbaikan, kami telah menemukan jalur pipa alternatif untuk memindahkan suplai ke kawasan Happy Garden, yaitu dengan jalan mengebor 1,5 meter di bawah jalan untuk menuju pipa utama yang lain,”

“Saat ini kami tengah bekerja keras untuk melakukan perbaikan. Untuk itu, kami mewakili seluruh jajaran pimpinan dan staf BP Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kerugian yang timbul karena gangguan suplai air,” ujarnya pada Jumat (12/7/2024).

Selain itu, Denny juga menjelaskan secara singkat perkembangan pemasangan pipa SPAM sejak dua tahun terakhir.

“BP Batam telah membangun pipa berkapasitas 370 lps di Waduk Muka Kuning untuk mengakomodir kebutuhan air bersih pelanggan yang sebelumnya 280 ribu pelanggan pada tahun 2021, sampai tumbuh hingga 317 ribu pelanggan per bulan Juni 2024,” jelas Denny.

Akan tetapi, kenaikan jumlah pelanggan tersebut mengakibatkan defisit jumlah air bersih di Kota Batam sekitar 300 lps. Sehingga gangguan minor pun akan berdampak langsung pada suplai air ke pelanggan.

Berita baiknya, BP Batam telah memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang dan 230 lps di Waduk Tembesi.

Perkerjaan ini diproyeksikan selesai pada Desember 2024 dan Kota Batam diharapkan akan surplus air sebesar 230 lps setidaknya sampai akhir tahun 2025.

Denny melanjutkan, selama tahun 2024 dan 2025 BP Batam akan fokus memperbaiki fasilitas Instalasi Pengeolahan Air Minum (IPAM) eksisting berupa pompa, filter, dan sistem perpipaan yang uzur agar gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

“Kami juga memastikan tambahan air yang siap pada akhir tahun 2024 bisa tersalurkan ke daerah-daerah kritis air, seperti area perumahan Buana Vista, Bukit Raya, Marina, Geysa Eterna Marina, Tanjung Riau, Tiban, Taman Sari Hijau, Cipta Land, Lavender, Bengkong, Baloi, Kampung Utama, Jodoh Permai, dan lainnya,” ujar Denny.

Terakhir, ia menegaskan SPAM Batam bersama PT. Air Batam Hilir akan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap, guna mendukung penuh keberlangsungan usaha sektor pariwisata dan mengakomodir kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Kota Batam. (DN).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain