Connect with us

9info.co.id | BATAM – PT Arsham Kencana Sukses, bagian dari Gesya Group, resmi meluncurkan Cluster Glory Tanjung Piayu, sebuah hunian modern dengan konsep eksklusif yang mengedepankan kenyamanan, estetika, dan keamanan bagi masyarakat Batam.

‎Cluster Glory hadir dengan sistem kelistrikan underground tanpa tiang listrik, sehingga lingkungan perumahan tampak lebih rapi, asri, dan nyaman. Selain itu, hunian ini juga dilengkapi dengan keamanan 24 jam.

Grand Launching

Manager Marketing PT Arsham Kencana Sukses, Joel Sinaga, menjelaskan bahwa Cluster Glory menawarkan dua tipe rumah dengan desain fungsional dan modern:

‎Tipe 48 (7×10 meter) – Harga Rp480,9 juta

‎Tipe 66 (7×13 meter) – Harga Rp600,9 juta

‎“Dari total 110 unit yang dipasarkan, jumlahnya sangat terbatas. Karena itu, kami menghimbau masyarakat agar segera memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Joel.

‎Untuk mempermudah kepemilikan rumah, pengembang menyiapkan skema pembayaran ringan:

‎Tipe 48: uang muka Rp46,9 juta, cicilan Rp4,1 juta/bulan

‎Tipe 66: uang muka Rp58,09 juta, cicilan Rp5,3 juta/bulan

‎Acara launching yang berlangsung khidmat diawali dengan ibadah kebaktian syukur, dihadiri langsung oleh Komisaris Utama Gesya Group, Rionaldi Sinaga, Direktur Utama Gesya Group, Anju Lumbanraja, jajaran direktur Gesya Group, para hamba Tuhan, serta perwakilan dari Bank BTN, BTN Syariah, dan Bank Mandiri.

‎“Cluster Glory Tanjung Piayu ini kami hadirkan untuk memberikan hunian yang bukan hanya nyaman, tapi juga memiliki nilai investasi menjanjikan ke depan. Lokasi strategis, desain modern, serta fasilitas keamanan menjadi keunggulan kami. Program ini juga mendukung langkah pemerintah dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat Batam,” ungkap Rionaldi Sinaga.

“Dari dua tipe yang di grand launchingkan hari ini, tipe 48 diberikan nama Amerta dan Tipe 66 dengan nama Anjaya. Kata ini Berasal dari bahasa sansekerta yang berarti Abadi dan jaya”, tambah Rionaldi.

Peletakan Batupertama

Prosesi peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh jajaran pimpinan Gesya Group bersama para hamba Tuhan dan keluarga besar Gesya Group, sebagai simbol dimulainya pembangunan.

‎Direktur PT Arsham Kencana Sukses, Anju Lumbanraja, menambahkan bahwa Cluster Glory diharapkan menjadi pilihan utama bagi masyarakat Batam yang mendambakan hunian berkualitas sekaligus bernilai investasi jangka panjang.

‎“Proses pembangunan akan kami lakukan dengan standar terbaik, sesuai komitmen menghadirkan hunian bermutu tinggi dan nyaman bagi konsumen rumah komersil,” tegas Anju.

Grnad Launching Cluster

Cluster Glory hadir sebagai gebrakan baru Gesya Group, yang mayoritas di sekitarnya merupakan kawasan rumah subsidi. Kehadiran perumahan komersil ini diharapkan mampu menjadi ikon baru hunian modern di Tanjung Piayu.

‎Dengan diluncurkannya Cluster Glory Tanjung Piayu, Gesya Group sekali lagi membuktikan konsistensinya sebagai pengembang properti yang selalu menghadirkan inovasi serta solusi hunian terbaik untuk masyarakat Batam. (RP)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

9info.co.id | BATAM  – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh. Fatur Akbar mengatakan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu.

Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain.
Menurut dia, hubungan kerja para kru berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, bukan sebagai agen pelayaran. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan manajeman PT ASL.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Fatur mengatakan berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi ketika kondisi cuaca dan arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.

Ia menambahkan pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban dimakamkan di Batam.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Jumat (6/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Fazzli mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB, sementara insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Sementara korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, sedangkan satu korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.(Tim)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain