Connect with us

9info.co.id | BATAM – Perusahaan penyedia beton ready mix, PT Bintang Rezky Tirta, resmi dilaporkan ke Polresta Barelang oleh konsumennya, Karyaman Nazara, atas dugaan penipuan terkait mutu beton yang dijanjikan. Laporan tersebut teregister dengan Nomor LP: 224/V/2025/SPKT/Polresta Barelang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Saya cek dulu,” ujar AKP Debby, Selasa (20/5/2025), menanggapi perkembangan kasus.

Kuasa hukum Karyaman Nazara, Filemon Halawa SH MH yang akrab disapa Leo Halawa, juga membenarkan kliennya telah melaporkan perusahaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada 9 April 2025, kliennya membeli beton ready mix dengan spesifikasi K-300 PM dari PT Bintang Rezky Tirta untuk pengecoran lantai dua rumah di Perumahan Taman Cipta Asri, Sagulung, Kota Batam.

“Klien kami diyakinkan bahwa beton yang dikirimkan adalah kualitas K-300 PM, namun hasil di lapangan sangat berbeda. Bahkan setelah satu bulan pengecoran, tiang-tiang scaffolding belum bisa dibuka karena kekuatan beton diragukan,” jelas Leo.

Lebih lanjut, Leo mengungkapkan bahwa saat dilakukan uji coba sederhana seperti menancapkan paku di permukaan beton, hasilnya justru mengecewakan. “Kuku saja bisa mengelupas beton itu. Padahal untuk kualitas K-300 PM, paku beton pun seharusnya tidak bisa menembus,” katanya.

Karena merasa dirugikan, kliennya mengambil inisiatif untuk melakukan uji laboratorium pada tiga sampel beton yang diambil dari lokasi pengecoran. Hasil pengujian di PT Citra Lautan Teduh menunjukkan kekuatan beton sangat jauh dari standar: hanya 175,52 PM, 143,17 PM, dan 104,96 PM, di bawah standar K-300 PM.

“Ini bukan hanya kerugian materiil, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah. Klien kami sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan untuk meminta penjelasan, namun tidak ada tanggapan berarti,” kata Leo.

Dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp900 juta serta potensi bahaya yang mengintai, Leo berharap pihak Kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional. “Kami minta Polresta Barelang memproses ini secepatnya. Keselamatan jiwa dan nilai bangunan sangat dipertaruhkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bintang Rezky Tirta belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. (IS)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain