Connect with us
Ephorus GKPS Pdt Dr. Deddy Fajar Purba Akan Hadiri RPL Seksi Namaposo Sinode GKPS 2025 di Batam

Ephorus GKPS Pdt Dr. Deddy Fajar Purba Akan Hadiri RPL Seksi Namaposo Sinode GKPS 2025 di Batam

More Videos

9info.co.id | BATAM – Rapat Pengurus Lengkap (RPL) Seksi Namaposo Sinode GKPS 2025 akan digelar di Hotel Golden Bay, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada tanggal 11 hingga 13 April 2025.

Kegiatan ini akan dihadiri langsung oleh Ephorus GKPS Pdt Dr. Deddy Fajar Purba, serta sejumlah pejabat penting, seperti Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Walikota Batam, dan Kepala BP Batam.

Ketua Panitia Pelaksana RPL Seksi Namaposo, Chrisna A.Z. Girsang, S.H., yang didampingi oleh Sekretaris Friska Riani Damanik dan Bendahara Kezia A. Sinaga, A.Md.Kom., menjelaskan bahwa agenda utama RPL tahun ini meliputi laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan Tahun 2024, laporan Utusan Pemuda ke Sidang Sinode Bolon GKPS masa Pelayanan 2020-2025, serta penetapan program anggaran Tahun 2025.

Selain itu, acara ini juga akan mengadakan pergantian pengurus antar waktu (PAW) untuk Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan Koordinator Pelayanan Namaposo Distrik VII, serta pemilihan Utusan Pemuda ke Sidang Sinode Bolon GKPS untuk periode 2025-2030.

Seksi Namaposo, yang merupakan bagian dari badan pelayanan kategorial di GKPS, berperan penting dalam menjalankan Tri Tugas Panggilan Gereja, yaitu Bersekutu, Bersaksi, dan Melayani. Dalam konteks ini, Seksi Namaposo berusaha untuk meningkatkan spiritualitas dan pemberdayaan pemuda, agar lebih aktif berperan dalam keluarga, masyarakat, dan negara.

RPL Seksi Namaposo Sinode GKPS 2025 juga bertujuan untuk memperkuat peran Namaposo dalam menghadapi perkembangan zaman dan turut mendukung Indonesia Emas 2045.

Program pelayanan yang dilaksanakan oleh Seksi Namaposo, baik di lingkup Sinode, Resort, maupun Jemaat, diharapkan dapat mempererat hubungan antar generasi dan mengembangkan kehidupan gereja dalam konteks sosial yang lebih luas.

Ketua Umum Rapat Pengurus Lengkap (RPL) Seksi Namaposo Sinode GKPS 2025, St. Berton Purba, S.T., didampingi sekretaris Abdy W.Saragih, S.T dan Bendahara Umum dr.Ferdinand Saragih, M.Sc.,Sp.PD menambahkan bahwa RPL ini diharapkan bisa menjadikan Seksi Namaposo sebagai “Hobas Gabe generasi Omas ni GKPS”, sebuah wadah yang mampu membangun generasi pemuda GKPS yang lebih unggul dan berperan aktif.

Selain agenda rapat yang penting, acara penutupan RPL juga akan diwarnai dengan pesta budaya marsombuh sihol dan manortor bersama. Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk melestarikan budaya Simalungun di Provinsi Kepulauan Riau dan menjadikan Batam sebagai kota yang semakin maju dengan kearifan lokalnya.

Berton menambahkan, Peserta Rapat Pengurus Lengkap (RPL) Seksi Namaposo Sinode GKPS 2025 akan digelar di Hotel Golden Bay, Kota Batam ini adalah dari perwakilan seluruh utusan Pengurus Namaposo setiap gereja GKPS se-Indonesia, diperkirakan peserta yang hadir sekitar 350 orang utusan dari seluruh Indonesia.

Dalam moment ini juga akan di adakan pembinaan tentang pemuda Indonesia emas dan pemuda terlibat dalam pelayanan di Gereja dan sesama umat manusia yang di bimbing langsung oleh pembicara seperti Dr. Paimin Siahaan, Mantan Bupati Simalungun Radiapoh H.Sinaga, S.H.,M.H, dan Tokoh Masyarakat Batak Batam (BBM) Ir.Ediaman Sinaga.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan gereja, serta semakin mempererat hubungan antar jemaat dan masyarakat di sekitar Batam dan Kepri. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version