Connect with us

9info.co.id – Organisasi olahraga silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Batam Pusat Madiun mengapresiasi peran Wali Kota Muhammad Rudi dalam membangun kota ini terutama perhatiannya terhadap dunia olahraga. Pengurus PSHT pun memasukkan Wali Kota sebagai Warga Kehormatan PSHT.

Prosesi masuknya Muhammad Rudi dilakukan dalam acara Pengesahan Warga PSHT Cabang Batam Pusat Madiun yang digelar di Gedung Serbaguna Sekolah Yos Sudarso Batam Center, Jumat (5/8/2022) malam. Saat itu, pengurus memasangkan baju silat khusus warna hitam dengan kancing tali putih kepada Wali Kota.

Prosesi itu disaksikan warga PSHT yang memadati gedung tersebut. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam yang sama. Warga PSHT yang hadir bukan saja dari kalangan dewasa tetapi juga remaja dan anak-anak.

“Dengan menjadi warga PSHT berarti saya bagian dari bapak dan ibu. Sebaliknya juga, bapak dan ibu adalah bagian dari saya. Kita saudara di PSHT,” ungkap Rudi dalam sambutannya yang mendapat tepukan gemuruh warga PSHT.

Dia juga mengajak warga PSHT ikut menyukseskan pembangunan Batam. Diantaranya pembangunan Bandara Hang Nadim, pelebaran jalan, pembangunan Pelabuhan Kargo Batuampar dan pembangunan KEK Kesehatan Sekupang.

Bahkan secara khusus, Rudi mengajak warga PSHT ikut bersama menanam pohon jati emas di sepanjang Jalan Sudirman menuju Bandara. Jadwal waktu penanaman pohon jalan tersebut akan ditentukan kemudian.

Sementara itu Perwakilan PSHT Pusat Madiun Hari Mulyanto mengucapkan terima kasih atas perhatian Wali Kota terhadap PSHT. Dia juga mengucapkan selamat datang kepada Wali Kota sebagai warga kehormatan PSHT.

“Terlebih ini merupakan tahun emas memperingati satu abad PSHT. Nanti akan digelar kegiatan khusus di Madiun, dan kami mengundang Pak Wali Kota Batam untuk hadir di acara satu abad PSHT di Madiun,” ajak Hari.

Dia juga memaparkan bahwa PSHT memiliki ratusan ribu warga dan ribuan cabang bahkan sampai di luar negeri. Di Batam sendiri warga PSHT mencapai ribuan.

Pada malam itu juga dilakukan doa selamat dan atraksi pencak silat yang sangat atraktif oleh warga PSHT. Hadir pula dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina Rudi. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain