Connect with us

9info.co.id – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Muhammad Rudi menghadiri undangan Halal Bihalal Ikatan Warga Kampar Natuna (IWKN), yang berlangsung di Rumah Makan Sisi Basisir, Bunguran Timur Kabupaten Natuna, pada Jum’at (12/5/2023) malam.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Rudi mengajak IWKN untuk menggelorakan semangat membangun dan mewujudkan persatuan di Kepri.

Ia menuturkan, untuk membangun suatu daerah dibutuhkannya kekompakan dan kebersamaan.

“Saya titip, kita semua harus bersatu dalam membangun Kepri, karena Kepri ini milik kita, bukan perorangan,” ungkap Bapak Tokoh Pembangunan di Batam itu.

Ia juga menyebutkan, bahwa Kepri ke depannya harus terbangun dengan sempurna, karena kemajuan daerah ini terletak di tangan masyarakat.

“Saya yakin Natuna dan kabupaten lainnya di Kepri akan maju,” ujarnya.

Sebagai Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berharap kemajuan pembangunan Batam dapat diikuti oleh kota dan kabupaten lainnya yang ada di Kepri.

“Semoga apa yang dibangun di Batam juga dapat dirasakan oleh masyarakat Kepri,” imbuhnya.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi di Kota Batam, menjadikan Muhammad Rudi berharap apa yang sudah dibangun di Batam dapat juga memberikan dampak positif bagi Kota lainnya di Provinsi Kepri.

Ketua IWKN Natuna, Ramlis menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan semangat yang diberikan oleh Bapak Muhammad Rudi.

“Terimakasih kepada Pak Rudi atas kehadirannya dalam acara ini, semoga kehadiran beliau ini dapat menginspirasi masyarakat setempat demi kebangkitan ekonomi Kabupaten Natuna,” ujarnya. (Hum)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Suplai Air Di Taman Baloi Hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat

Suplai Air Di Taman Baloi Hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT. Air Batam Hilir bergerak cepat melakukan perbaikan darurat pada pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter (mm) di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall.

Langkah antisipatif ini diambil menyusul terjadinya kebocoran pipa yang dipicu oleh pergeseran tanah akibat hujan deras dalam beberapa waktu terakhir sejak Rabu (10/6/2026) kemarin.

Dari proses perbaikan ini, aliran air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batam akan dihentikan untuk sementara waktu.

Berdasarkan informasi dari tim teknis Air Batam Hilir (ABH), kebocoran kembali terjadi di titik yang sama dengan lokasi perbaikan sebelumnya.

Struktur tanah yang labil pascahujan disinyalir menjadi penyebab utama pipa kembali bergeser dan bocor.

Adapun wilayah yang terdampak langsung oleh penghentian sementara suplai air bersih ini meliputi:

1.Kelurahan Taman Baloi
2.Kelurahan Teluk Tering
3.Kelurahan Sukajadi
4.Kawasan di sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa saat ini PT. Air Batam Hilir telah mengerahkan seluruh sumber daya teknis yang diperlukan.

Meski demikian, ketika Proses Dewatering (pengurasan) sedang berjalan, tim terkendala cuaca berupa hujan deras di lokasi.

“Waktu pengerjaan mengalami delay karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir 2 jam setelahnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Tuty tersebut, pada Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, setelah proses Dewatering selesai dilakukan, maka tahapan selanjutnya adalah Penggalian Lumpur, Pengangkatan Pipa, Pemasangan Pipa Baru, pemasangan Baut Las, Pemasangan Support pipa, dan terakhir memulai recovery suplai air.

Warga yang berada di kawasan tersebut juga diimbau untuk segera menampung air sebagai cadangan selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya,” .

Ia juga menegaskan, BP Batam berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan pengerjaan di lapangan secara berkala.

“Dukungan dan pengertian dari masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain