9info.co.id – Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina Rudi mengajak kaum perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Peran aktif itu akan lebih optimal jika kaum perempuan itu ikut berpartisipasi dalam politik. Potensi besar kaum perempuan itu harus semakin dikembangkan, untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Peran aktif kaum perempuan haris semakin meningkat. Dalam politik dan pembangunan, peran serta itu harus diperkuat,” kata Wagub Marlin di Kings Hotel, Kota Batam, Kamis (4/8) pagi.
Marlin hadir di Kings Hotel untuk membuka Sosialisasi Pendidikan untuk Kaukus Perempuan Politik Indonesia dan Organisasi Perempuan. Marlin sangat mendukung sosialisasi ini. Perempuan-perempun di Kepri yang sememangnya sudah melek politik, bisa berdiskusi dengan narasumber yang luar biasa.
Ketua TP PKK Kota Batam ini menambahkan bahwa partisipasi kaum perempuan dalam kontestasi sangat luar biasa. Tapi keterwakilan perempuan di lembaga legislatof dan eksekutif masih belum banyak.
“Kalau ada pesta demokrasi yang dicari ibu ibu. Majelis yang banyak ibu-ibu,” kata Wagub Marlin.
Menurut Wagub Marlin, perempuan yang ingin maju harus didorong. Termasuk yang ingin berperan dalam politik. Karena keterwakilan perempuan harus optimal. Jangan sedikit. Apalagi pemilih perempuan sangat banyak.
“Jangan bermental kepiting, ketika ada yang naik, yang di bawah terus menarik-narik,” Wagub Marlin memberi ilustrasi.
Para kesempatan itu, Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batam ini mengajak perempuan untuk saling memotivaso bagi kemajuan bersama. Saling mendorong untuk kemajuan.
Kata Ketua Pikori BP Batam ini, terus bangun komunikasi. Saling mendukung. Perempuan harus mendukunh perempuan. Apalagi kalau ada perempuan dengan potensi yang dimilikinya, harus didorong ke arah kesuksesan.
“Jangan saling menjatuhkan. Jangan saling menjelekkan. Jangan saling bermusuhan. Tak ada guna,” kata Wagub Marlin. (lsm)
Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal
9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.
Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.
“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.
Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.
Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.
Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.
Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.
Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.
“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.
“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.
Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.
Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.
“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).