Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno, mengapresiasi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yang mendukung kesuksesan acara bazar, Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR).

“Pak Ardi (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam) terima kasih, kami sampaikan juga untuk Pak Wali Kota dan Ibu (istri Wali Kota Batam sekaligus Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina), Alhamdulillah,” ucap Sandiaga Uno saat menutup secara resmi BWR di Taman Dang Anom, Batam Center, Kota Batam, Rabu (30/3/2024) malam.

Ia mengaku, event BWR yang masuk dalam program Kemenparekraf RI yakni Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024 ini, berlangsung sukses dan diyakini menjadi event yang mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) saat Ramadan sekaligus sebagai penggerak ekonomi kreatif.

“Ini dinilai sukses yang masuk dalam KEN 2024. Kita tahu, KEN 2024 ada sebanyak 110 (terpilih) dari hampir 5.000 event (yang diajukan),” ujarnya.

Bahkan, kata dia, dari fenomena yang ada saat ini, ia memperkirakan ada perputaran uang sedikitnya Rp 3,2 miliar hingga Rp 4,5 miliar pada gelaran bazar BWR 2024 ini.

“Sangat ramai, semoga event ini memberikan keberkahan untuk kita semua, utamanya untuk UMKM,” katanya.

Di kesempatan itu, Menparekraf mengajak semua pelaku pariwisata untuk bersama mewujudkan target 14 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Dan Kepri ditargetkan menyumbang 3 juta kunjungan wisman (2 juta kunjungan dari Batam),” katanya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata melaporkan bahwa event BWR ini merupakan yang kelima. Pihaknya juga mengapresiasi kehadiran Menparekraf dan sudah menutup secara resmi BWR 2024.

“Event ini masuk tahun kelima, pelaksanaannya merupakan inisiasi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Dan event ini masuk dalam KEN 2024 dan satu lagi akan ada event Kenduri Seni Melayu (juga merupakan event KEN),” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa BWR sukses menjadi magnet kunjungan wisatawan nusantara dan juga mancanegara. Ia mendata selama pelaksanaan BWR dari 9-30 Maret 2024, sukses mendatangkan 32 ribu kunjungan.

“Dari total 3 lokasi penyelenggaraan BWR 2024, ada 201 tenant lebih yang sudah 22 hari ikut berjualan. Alhamdulillah, event ini banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara,” katanya.

Ardiwinata mengatakan, Batam Wonderfood & Art Ramadhan sudah berlangsung sejak 9 Maret 2024 di Taman Dang Anom, Batam Centre.

“Batam Wonderfood & Art Ramadhan #5 ini, selalu menjadi daya tarik wisman,” ujar Ardiwinata.

Ia melanjutkan, beberapa wisman yang datang di antaranya dari Korea Selatan, Turki, Thailand, Malaysia, Singapura, dan berbagai negara lainnya.

Ia mengatakan, Batam Wonderfood & Art Ramadhan tak hanya menawarkan takjil untuk berbuka puasa, melainkan banyak kegiatan lain yang dikemas dengan baik.

“Bahkan, lokasi Batam Wonderfood & Art Ramadhan sering digunakan untuk pertemuan beberapa komunitas dan sebagainya,” ujarnya.

Sebelumnya, event ini dibuka langsung oleh Deputi Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf RI, Vinsensius Jemadu. (*)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain