9info.co.id – Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina Rudi mengajak masyarakat menjadikan gaya hidup sehat sebagai pilihan. Pilihan gaya hidup sehat ini harus dilakukan terus menerus, agar hidup senantiasa semakin baik dan dapat melindungi diri dari beragam penyakit.
“Hidup itu ada pilihan-pilihan. Tentu sangat baik kalau kita pilih hidup sehat. Hidup sehat harus dijadikan sebagai gaya hidup,” kata Wagub Marlin saat melakukan Pencanangan Kampung Germas di Perumahan Permata Bandara Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (3/8).
Ketua TP PKK Kota Batam ini berharap pencanangan ini dapatbdijadikan contoh kelurahan lain di Batam. Mereka dapat menumbuhkan kampung Germas di tiap kelurahan.
Wagub Marlin pun memaparkan tujuh pilar Kampung Germas yang perlu diketahui. Juga untuk dijalani. Tapi, perlu kesungguhan dan keikhlasan hati untuk menjalankan semuanya.
Yang pertama adalah melakukan aktivitas fisik. Menurut Wagub Marlin, aktivitas fisik ini sangat penting untuk dilakukan. Minimal 30 menit dalam sehari. Banyak pilihan olah raga ringan yabg bisa dilakukan dalam 30 menit itu. Mungkin senam, jalan kaki atau berlari-lari.
Beberapa ruas jalan di Batam saat ini pun sangat mendukung untuk aktivitas fisik. Trotoar yang besar, dan mulai ditanami pohon-pohon, bisa dimanfaatkan untuk jalan atau berlari.
Pilar Germas kedua adalah membudayakan konsumai buah dan sayuran. Menurut Marlin, buah-buah tersebut sangat baik dikonsumsi sebelum makan nasi.
Tidak merokok dan tidak mengkonsumsi minuman beralkoholl merupakan pilar Germas ketiga dan keempat. Kemudian pilar kelima adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Untuk pemeriksaan ini, Wagub Marlin berpesan kepada para bapak melakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Terutama mengecek tekanan darah dan gula darah.
Pilar keenam dan ketujuh terkait dengan lingkungan dan kebiasaan. Yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban.
Ketua Pikori BP Batam ini pun mengajak masyarakat mendukung program-program yang baik untuk kesehatan ini.
“Mari kita dukung program pemerintah ini, agar masyarakat sehat sejahtera,” kata Wagub Marlin.
Usai melakukan pencanangan, Wagub Marlin pun mengajak anak-anak untuk menjawab beberapa pertanyan terkait Germas yang diberikan. Menangakan tentang pilar-pilar itu dan berbagai hal lainnya. Para pelajar pun menyambutnya dengan antusias. (lsm)
MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat
9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.
Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).
Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.
Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.
Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.
Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).
Bukan Sekadar Seremonial
REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.
REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.
Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.
Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.
“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.
Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi
Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.
Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.
“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam
Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan
REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.
Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.
Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).