Connect with us

9info.co.id | BATAM – Ketua Panitia Pelantikan sekaligus Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Batam, Rahmat Purba, melakukan audensi dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Ashraf Ali, S.E. Audensi tersebut berlangsung di ruang kerja Plt. Kepala Dinas, pada hari Selasa (23/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat Purba memaparkan berbagai program kerja IWO yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah Kota Batam, khususnya dengan Disdukcapil Batam. Ia menekankan pentingnya peran media dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas layanan publik, serta menyampaikan bahwa IWO Batam siap berkolaborasi untuk memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.

Ashraf Ali, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa saat ini Disdukcapil Batam telah menerapkan sistem pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menghindari praktik percaloan yang sering terjadi dalam pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP, KK, KIA, akta nikah, dan dokumen lainnya.

“Pelayanan di Disdukcapil Batam sudah sangat baik dan kita terus berupaya memperbaiki. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghindari calo dalam pengurusan dokumen,” ujar Ashraf Ali.

Selain itu, Ashraf Ali juga menyampaikan permasalahan terkait kekurangan stok blangko KTP yang terjadi di akhir tahun lalu. Saat ini, Disdukcapil Batam mengalami kekurangan sekitar 6.000 blangko KTP, meskipun mereka telah mengajukan permintaan tambahan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Saat ini, pihaknya tengah menunggu kedatangan sekitar 16.000 blangko KTP yang disetujui oleh Dirjen.

“Masalah kekurangan blangko ini sering terjadi pada akhir tahun, mengingat tingginya permintaan pencetakan KTP. Kami telah menyampaikan hal ini ke Dirjen dan berharap ada solusi untuk memastikan pelayanan tetap berjalan lancar,” tambah Ashraf.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara IWO Batam dan Disdukcapil Batam semakin terjalin dengan baik, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain