Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Universitas Batam (Uniba) menggelar Seminar On Health bertema Asia’s Readiness For Society 5,0 : Enhancing Occupational Health in the Age of Digital Transformation, Sabtu (30/11/2024). Digelar di Rumengan Hall Universitas Batam.

Adapun narasumbernya, Director of PT Citra Marga Lintas Jabar, QHSE and HR Specialist. Dengan topik Catastrophic For Workers in the Industrial Sektor.

Kedua, Dr Lim Jac Fang (Malaysia). Lecturer at Malaysia Sabah University, School of Medicine Industrial Hygienist CPIH, OSH Practitioner dan Occupational Health Doctor (OHD). Topics, The Role of Ergonomics in Enchancing Health and and Productivity.

Ketiga, Malik Sallam, MD, PhD (Jordan), Lecturer at Jordan University School of Medicine Laboratory Medicine / Clinical Virologist. Topics, Mitigating viral infection Risks in the Workplace through Digital Technology in the Workplace through Digital Technology in the era of Society 5.0

Keempat, dr. Fitta Deskawati, Sp.KJ (Indonesia). Lecturer at Batam University, Medical Faculty Psychiatrist. Topik, Managing Work Stress and Mental Health in the Digital Transformation.

Kelima, Assoc. Pof. Dr. Ezamin Abdul Rahim (Malaysia). Lecturer at Putra Malaysia University, School of Medicine Interventional Radiology, Intensivist / Surgeon. Topics, Artificial Intelligence (AI) Supporting in Radiologist Expertise in Occupational in Health Screening.

Dalam kata sambutannya, Kepala LPPM Uniba, Dr. Malahayati Rusli Bintang, BSc., MPH mengatakan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja adalah yang paling utama di bidang industri. Khususnya Batam sebagai salah satu kota industri.

“Tantangan yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam upaya peningkatan produktifitas kerja,” katanya.

Ia melanjutkan Uniba peduli terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja dan melalui fakultas kedokteran melaksanakan Internasional Seminar On Health. Yang bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang keselamatan dalam bekerja.

“Seminar Internasional ini mengundang para pembicara dan narasumber dari para ahli dan akademisi yang membidangi tentang keselamatan dan kesehatan pekerja. Saya yakin dengan seminar ini, kita dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman bagaimana menjadikan tempat bekerja kita sebagai kawasan yang aman dan nyaman dengan produktifitas tinggi,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Seminar Internasional Fakultas Kedokteran Uniba, dr. Elvita Nora Susana, Sp.THT-BKL mengatakan dalam era transformasi digital yang semakin cepat, konsep Society 5.0 muncul sebagai visi masyarakat yang mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan kehidupan manusia.

Society 5.0 bertujuan menciptakan keseimbangan antara teknologi digital dan kehidupan manusia, di mana inovasi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan data besar (big data) digunakan untuk memecahkan berbagai tantangan sosial.

Menurutnya transformasi digital mempengaruhi cara kita bekerja. Dan oleh karena itu, kesehatan serta keselamatan kerja juga harus beradaptasi dengan perubahan ini.

Melalui seminar ini, para ahli, praktisi, dan pemangku kepentingan akan berbagi wawasan tentang langkah-langkah strategis yang perlu diambil agar kesehatan dan keselamatan kerja tetap relevan dan efektif di era Society 5.0.

“Dengan menghadirkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu, seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi yang konstruktif dan kolaboratif, serta menciptakan rekomendasi yang strategis bagi perusahaan, pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan kesehatan dan keselamatan kerja di masa depan,” katanya.

Ditempat yang sama Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Chabullah Wibisono menuturkan seminar internasional kesehatan kerja ini merupakan sesuatu yang sangat diharapkan. Karena Batam sebagai kota industri perdagangan, ahli kapal dan pariwisata.

“Tentu banyak pekerja perlu diperlukan pemahaman tentang keselamatan kerja. Dengan seminar internasional ini membuka wawasan. Mampu mensosialisasikan dampak positif dan negatif di era digital ini,” katanya.

Wakil kepala LPPM, Dr.Ir.Yuanita FD Sidabutar ST.MSi, mengatakan kegiatan ini adalah kolaborasi antara Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) bersama dengan Fakultas Kedokteran Uniba. LPPM memberikan fasilitas untuk mendukung Roadmap penelitan. Hal ini menunjukkan pelaksanaan ini berlangsung setiap tahunnya.

“Hari ini adalah tahun ketiga. Dan ini menunjukkan kemajuan. Tahun ini digitalisasi tahun depan kita angkat lagi sesuai perkembangan ditahun itu,” kata Yuanita didampingi oleh Ketua Divisi Forum Ilmiah, Ir.Herlina Suciati, ST, MT, APEC.Eng.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain