9info.co.id – Ratusan panguyuban/Kumpulan Donda Ujung Hutauruk Se-Kota Batam menggelar ibadah di pantai Mirota – Barelang. Ibadah tersebut dihadiri 7 sektor yakni sektor 1 wilayah Bengkong, sektor 2 Sekupang, sektor 3 Nongsa, Sektor 4 Sagulung, Sektor 5 Dapur 12 Sagulung, Sektor 6 Batu Aji, Sektor 7 Tanjungpiayu. Minggu (30/7/2022).
Pantauan dilapangan, Ibadah pantai tersebut dimulai pukul 10.00 wib – pukul 11.30 wib, dan acara ibadah ini bertema : Hot Ma Hamu Binaen Ni Sada No Roha Dohot Sada Ni Pingkiran. Dan Sub Tema : Marhite Hasadoon Dapotan Las Ni Roha Ma Hita.
Ketua Panitia Ibadah Pantai Elson Hutauruk menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh tim panitia yang telah memberikan waktu dan pikirannya untuk mensukseskan acara ibadah pantai tersebut.
“Terimakasih kepada seluruh pengurus panitia yang telah memberikan waktu dan pikirannya untuk acara ibadah pantai ini, dan juga kepada seluruh pengurus di setiap sektor dan BPH.” Ujar Elson, saat memberikan kata sambutannya.
Elson pun berharap, semoga kedepannya kumpulan marga Hutauruk semakin besar, dan semakin sukses. Ia pun menghimbau kepada seluruh marga Hutauruk Se-Kota Batam yang belum terdaftar masuk kumpulan, agar masuk mendaftarkan diri kepada setiap sektor sesuai domisili masing-masing.
“Kita ada 7 sektor, sektor 1 wilayah Bengkong, sektor 2 Sekupang, sektor 3 Nongsa, Sektor 4 Sagulung, Sektor 5 Dapur 12 Sagulung, Sektor 6 Batu Aji, Sektor 7 Tanjungpiayu. Jadi saat ini tidak lagi jauh untuk pergi kekumpulan, sudah ada disektor masing-masing. Siapa lagi yang peduli kalau bukan kita sesama marga Hutauruk,” ungkapnya.
Kemudian, kata sambutan berlanjut kepada perwakilan seluruh wilayah dari 7 sektor, kemudian ketua BPH Hutauruk se-Kota Batam, Penasehat Hutauruk.
Acara berlanjud dengan makan bersama, yang diiringi acara lelang hiburan lainnya, dana lelang yang terkumpul tersebut nantinya akan menjadi uang khas panguyuban/kumpulan marga Hutauruk Se-Kota Batam.
Untuk diketahui, panitia mempasilitasi sebanayak 8 bus besar sebagai tranportasi anggota disetiap sektor. Dan acara tersebut selesai sekitar pukul 17.30 wib. (lsm)
Pengembang Oleana Park Tunjukkan Empati, Siap Fasilitasi Penimbunan Kolam Pasca Tragedi Tenggelamnya Dua Anak
9info.co.id | BATAM – Pengembang Perumahan Oleana Park dari PT Rexvin menunjukkan kepedulian dan empati terhadap keluarga korban meninggal dunia akibat insiden tenggelamnya dua anak di kolam yang berada di dekat kawasan Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam.
Perwakilan manajemen pengembang, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Jumat (15/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Reevan menjelaskan bahwa lokasi kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi demi keselamatan masyarakat sekitar.
“Lokasi kolam tersebut tidak berada dalam kawasan PL kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.
Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan segera berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.
Tidak hanya meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga menyambangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta ungkapan belasungkawa atas musibah yang terjadi.
“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga perumahan kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.
Pengembang Oleana Park Tunjukkan Empati, Siap Fasilitasi Penimbunan Kolam Pasca Tragedi Tenggelamnya Dua Anak
Sementara itu, Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, berharap adanya langkah nyata dari seluruh pihak untuk segera menutup kolam yang dinilai membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak.
“Kami meminta agar pengembang dapat membantu warga supaya kolam tersebut ditimbun. Kami juga menghormati niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua warga kami,” ujar Andika.
Peristiwa tenggelamnya dua anak tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat setelah lokasi kolam dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar kawasan perumahan. (Mat).