Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Prawiro Indonesia Garuda Merah Putih (IGMP) Provinsi Kepri, Bersama dengan Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran. Menggelar kegiatan bakti sosial. Salah satunya bagi – bagi Masker, Donor darah dan Konsultasi Hukum Gratis. Agenda ini pun berlangsung di wilayah Kompleks Nagoya Gateway, Blok E no 9-10, Lubuk baja. Pada, Jumat (22/12/2023).

Ketua Panitia Pelaksana Baksos Prawiro IGMP Kepri, Gladis Ibrahim menuturkan, Hari ini Pihaknya bersama dengan TKD Kepri melakukan kegiatan Bakti sosial (Baksos). Dalam agenda tepat pada hari Ibu tersebut, kegiatan baksos ini pun di isi dengan beberapa kegiatan, seperti Donor Darah, Konsultasi Hukum gratis dan Bagi-bagi masker Kepada pengguna jalan.

PRAWIRO KEPRI

“Hari ini kami mengadakan kegiatan Baksos pertama usai Pelantikan pada 26 November 2023. Kali ini, kami mengadakan kegiatan Donor Darah, Konsultasi Hukum gratis dan Bagi-bagi masker kepada pengguna jalan. Kami, juga ingin Prawiro lebih dekat dan bisa merangkul seluruh elemen masyarakat untuk memenangkan Prabowo-Gibran di 2024 mendatang,” ungkap Ketua OKK Prawiro IGMP Kepri tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Prawiro IGMP Kepri, James Sumihar Sibarani.SH.,CPM.,CPA.,CPCLE. Dia mengatakan, pihaknya akan terus bekerja hingga ke akar rumput untuk memenangkan Prabowo-Gibran di pilpres 2024 mendatang. Baksos kali ini merupakan salah satu kegiatan pertama usai pelantikan dan Deklarasi sebelumnya.

“Prawiro IGMP Kepri saat ini telah bergerak ke lingkup terdalam masyarakat. Mengingat waktu Pemilu sudah dekat, kami di wilayah Kepri gencar melakukan sosialisasi, memasang baliho dan berbagai upaya lainnya untuk siap memenangkan Pak Prabowo dan Gibran di 2024 mendatang. Kegiatan baksos kali ini merupakan salah satu upaya kami untuk melakukan pendekatan ke masyarakat,” ujarnya.

Lanjut James, Prawiro IGMP Kepri siap mengawal proses pesta demokrasi pada 2024 mendatang. Untuk menentukan arah kemajuan bangsa dan siap mendukung kepemimpinan yang visoner, berinterigritas, bersatu menuju Indonesia maju.

“Penyelenggaraan pemilihan presiden dan Wakil presiden, menjadi bagian dari komponen bangsa serta daerah yang lain. Untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan di Kepri. menjadi relawan tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Ada pengorbanan waktu, tenaga bahkan materi. Oleh karenanya menjadi relawan adalah panggilan hati agar menjadi tugas yang mulia,” jelasnya.

PRAWIRO KEPRI

Dalam pergerakan sebagai ketua Prawiro IGMP Kepri Kepri, ia terus menginisiasi program dan gerakan kebaikan. Membantu menjembatani berbagai perbedaan menuju rasa percaya dan penghormatan antar individu. Intinya bentuk pergerakan ini harus mewujudkan Pemilu damai.

Kami selalu berupaya untuk menciptakan program dan gerakan kebaikan. Lalu, kami juga berterimakasih Kepada Ir. Cahya yang selalu memberikan Support dan dukungan kepada Prawiro IGMP Kepri. Kami juga mengucapakan terimakasih kepada TKD Prabowo-Gibran Kepri yang telah memfasilitasi kami untuk melakukan kegiatan Baksos ini,” pungkas Anggota Dewan Pengarah TKD Prabowo-Gibran Kepri tersebut.

LUTHER JANSEN

Sementara itu, Sekretaris TKD Prabowo-Gibran Kepri, Capt Luther Jansen memaparkan, hari ini Relawan Prawiro IGMP Kepri mengadakan Baksos. Untuk itu, TKD memfasilitasi kegiatan tersebut agar teman-teman relawan bisa melakukan baksosnya.

“Kami di TKD selalu mendukung teman-teman relawan yang berjuang memenangkan Prabowo-Gibran di Kepri. Kegiatan Baksos seperti ini merupakan hal positif, jadi kami memfasilitasi agar program teman-teman relawan bisa berjalan dengan baik. Apalagi kegiatan ini dilakukan pada hari spesial yang bertepatan dengan Hari Ibu,” katanya.

Capt Luther menambahkan, pihaknya berharap seluruh relawan dan simpatisan agar tetap kompak dan bersatu. Ia juga mengajak seluruh relawan bergandengan tangan dalam memenangkan Prabowo-Gibran di 2024 mendatang.

“Mari bekerja sama dan tetap kompak untuk memangkan Prabowo-Gibran di kepri. Kami harap kita bisa mengawal dan mewujudkan pemilu damai di 2024 mendatang,” tutupnya.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain