Connect with us

9info.co.id | BATAM – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Tapis Dabbal Siahaan, SH, menggelar reses masa persidangan II di RW 30 Perumahan Aster Raya, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji. Acara reses tersebut berlangsung pada Senin (10-02-2025) sekitar pukul 20.00 WIB di fasilitas umum (Fasum) perumahan yang terletak di RT 02.

Hadir dalam acara ini, Ketua RW 30 Lasden Simatupang, Ketua RT 01 Giovane Tanggo Samosir, Ketua RT 02 Robert Manurung, Ketua RT 03 Riduan Sihombing, serta sejumlah warga Perumahan Aster Raya.

Pada kesempatan tersebut, warga menyampaikan beberapa aspirasi terkait pembangunan dan peningkatan fasilitas di wilayah mereka. Di antara aspirasi yang disampaikan, terdapat permintaan untuk pembangunan atap Fasum, pengaspalan jalan di RT 03, penambahan lampu jalan, serta pelatihan kerja dan bahasa asing bagi anak-anak dan ibu-ibu. Warga juga menginginkan adanya pengawasan terhadap penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri, seperti SD, SLTP, dan SMU.

Menanggapi aspirasi tersebut, Tapis Dabbal Siahaan berkomitmen untuk memprioritaskan tiga poin utama, yakni pembangunan Fasum dan penerangan jalan, pengaspalan jalan, serta pelatihan kerja dan bahasa asing untuk ibu-ibu dan anak-anak.

“Saya tidak ingin banyak berjanji, karena saya tahu janji kosong tidak akan membawa hasil. Saya akan fokus untuk merealisasikan pembangunan Fasum, pengaspalan jalan, serta pelatihan kerja dan bahasa asing, dan itu akan menjadi prioritas kami untuk tahun 2025 ini,” ujar Tapis Dabbal Siahaan, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

Ketua RW 30 Lasden Simatupang pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan Tapis Dabbal Siahaan terhadap aspirasi warganya. Ia berharap agar pembangunan atap Fasum dapat segera terealisasi pada tahun 2025.

“Kami berharap agar Pak Tapis Dabbal Siahaan dapat bekerja sama dengan Pak Tumbur Hutasoit yang beberapa waktu lalu juga mengadakan reses di wilayah kami, sehingga aspirasi warga dapat segera terealisasi,” ujar Lasden.

Acara reses ini berakhir dengan suasana penuh harapan, di mana warga RW 30 Perumahan Aster Raya berharap agar aspirasi yang telah disampaikan dapat segera diwujudkan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Komunitas Batak Angkola Tapsel Dukung Gagasan Ketua IKABSU Kepri Bangun Sopo Godang dan Rumah Duka di Batam

Tokoh Batak Angkola Nilai Gagasan Ketua IKABSU Kepri Demi Kepentingan Bersama

9info.co.id | BATAM – Dukungan terhadap gagasan pembangunan Sopo Godang dan rumah duka bagi masyarakat Batak di Kota Batam terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari tokoh dan natua tua Batak Angkola Tapanuli Selatan, Parlaungan Siregar, yang menilai gagasan Ketua IKABSU Kepri, Jhonson Fidoli Sibuea, sebagai langkah besar demi persatuan masyarakat Batak di perantauan.

‎Menurut Parlaungan Siregar, keberadaan Sopo Godang dan rumah duka sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Batak di Batam, mengingat tingginya aktivitas adat dan sosial masyarakat Sumatera Utara di kota industri tersebut.

‎“Gagasan Ketua IKABSU Kepri, Jhonson Fidoli Sibuea, sangat baik dan patut didukung seluruh sub etnis Batak. Kita membutuhkan rumah besar bersama sebagai tempat pesta adat, rumah duka, hingga rumah singgah masyarakat Batak di Batam,” ujarnya.

‎Tokoh Batak Angkola itu menilai, visi yang dibangun IKABSU Kepri bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Batak lintas puak dan sub etnis di Kepulauan Riau.

‎Ia menjelaskan, organisasi Ise Nabasa yang terdiri dari lima puak dan sub etnis Batak sejak awal dibentuk dengan semangat persatuan dan kesejahteraan masyarakat Batak di perantauan.

‎Karena itu, Parlaungan mengajak seluruh tokoh, natua-tua adat, dan komunitas Batak untuk duduk bersama menyamakan persepsi demi mewujudkan cita-cita bersama tersebut.

‎“Sub etnis Batak harus bersatu dan duduk bersama. Jangan ada ego kelompok maupun kepentingan pribadi. Semua harus dibangun demi kepentingan masyarakat Batak secara bersama-sama,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan agar rencana pembangunan fasilitas bersama tersebut tidak disusupi kepentingan pribadi yang dapat mengorbankan kepentingan masyarakat luas.

‎Menurutnya, figur seperti Jhonson Fidoli Sibuea dinilai memiliki visi dan komitmen untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Batak di Batam, khususnya dalam menghadirkan sarana adat dan sosial yang representatif.

‎“Kita melihat ada niat baik dan visi besar dari Ketua IKABSU Kepri untuk mempersatukan masyarakat Batak. Ini harus dijaga dan didukung bersama demi generasi Batak ke depan,” katanya.

‎Sebelumnya diberitakan, komunitas Batak di Kota Batam merindukan hadirnya Sopo Godang atau gedung serbaguna yang dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan pesta adat maupun rumah duka bagi warga asal Sumatera Utara di Batam.

‎Kerinduan tersebut disampaikan Ketua IKABSU Provinsi Kepri, Jhonson Fidoli Sibuea. Ia menilai keberadaan sarana dan prasarana khusus bagi masyarakat Batak sudah menjadi kebutuhan penting, mengingat banyak warga Sumatera Utara di Batam yang kesulitan mendapatkan tempat saat menggelar kegiatan adat maupun acara kedukaan.

‎“Kami merindukan adanya kesepahaman dan komitmen bersama untuk memikirkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat Batak di Batam,” ujar Jhonson.

‎Ia menyampaikan, pihaknya memperoleh informasi bahwa komunitas Batak sebelumnya pernah mendapatkan alokasi lahan melalui organisasi Isenabasa dari BP Batam.

‎Lokasi tersebut disebut berada di sekitar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Dinas Kesehatan Batam atau kawasan Perumahan Puri Legenda dengan luas sekitar 2,5 hektare.

‎Menurut Jhonson, lahan tersebut sangat strategis apabila dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat Sumatera Utara, termasuk pembangunan gedung serbaguna dan rumah duka.

‎“Masyarakat Sumut sangat rindu adanya fasilitas gedung serbaguna dan rumah duka. Selama ini warga cukup sulit mendapatkan tempat apabila ada pesta adat maupun saat berduka,” katanya.

‎Karena itu, ia berharap seluruh tokoh dan komunitas Batak di Batam dapat duduk bersama menyamakan persepsi demi mewujudkan pembangunan fasilitas bersama tersebut.

‎“Kami berharap para orang tua dan tokoh masyarakat dapat duduk bersama membahas kelanjutan lokasi lahan tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Batak di Batam,” tutupnya. (Mat)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain