Connect with us

9Info.co.id | TANJUNGPINANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, SE.M.Ak, meluncurkan buku karyanya yang berjudul ” Karya Kecil Untuk Negeri.”

Acara peluncuran karya Anggota DPRD dari partai Nasdem ini digelar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, sesama politisi, serta pendukung setia Ria Ukur Rindu Tondang. Jumat, ( 08/09/2023).

Buku ” Karya Kecil Untuk Negeri” ini merupakan sebuah kumpulan tulisan yang mencerminkan visi dan pemikiran dan ide – ide konstruktif Ria Ukur Rindu Tondang yang diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam membangun Tanjungpinang dan negeri ini kearah yang lebih baik.

Dalam sambutanya, Ria Ukur Rindu Tondang mengungkapkan bahwa buku ini merupakan upaya kecilnya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Tanjungpinang. “Saya percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah-langkah kecil. Dengan buku ini, saya berharap dapat menginspirasi masyarakat Tanjungpinang untuk bersama-sama membangun negeri ini,” ujar Ria Ukur Rindu Tondang.

Ria Ukur Rindu Tondang, SE.M.Kn

Ria Ukur Rindu Tondang, SE.M.Ak

Ria menambahkan, buku ” Karya Kecil Untuk Negeri ” ini. Berisikan beragam judul seperti
Haritage nusantara yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, Independent women yang intinya menggambarkan bagaimana peranan seorang wanita juga harus bisa mandiri tanpa melupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perempuan.Selain itu ada nya Re-Branding kota Tanjungpinang yang menggambarkan bagaimana jika Tanjungpinang bisa memberikan warna yang baru dalam pembangunan wisata dan pendidikannya.

“Pastinya ada banyak solusi dan pandangan yang akan didapatkan setiap pembaca dalam buku “karya kecil untuk negeri” ini. Sebab buku ini di tulis sebagai respon, tanggapan sekaligus gagasan saya terhadap permasalahan yang sedang terjadi di tengah- tengah masyarakat”, jelas Ria.

“Setiap ide dan gagasan dalam buku ini ditulis melalui perenungan yang dalam, sehingga diharapkan menjadi inspirasi yang bermanfaat bagi pemerintah dalam mengambil keputusan yang berpihak kepada kemaslahatan Rakyat”.Tambahnya.

Ria Ukur Rindu Tondang, SE.M.Kn

Ria Ukur Rindu Tondang, SE.M.Ak

Acara peluncuran buku ini juga diisi dengan penjelasan tentang pemikiran dan visi Ria Ukur Rindu Tondang untuk masa depan Tanjungpinang. Para hadirin juga berkesempatan untuk mendapatkan tanda tangan dan salinan buku ” Karya Kecil Untuk Negeri.”

Untuk mendapatkan buku ” Karya Kecil Untuk Negeri” yang mengupas tentang pemikiran dan ide-ide yang diusung oleh Ria Ukur Rindu Tondang, SE M.Kn dalam kemajuan Tanjungpinang kedepan bisa menghubungi langsung Ria Ukur Rindu Tondang.SE.M.Ak. (RK).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Pengamanan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Berlangsung Humanis, Petugas Cegah Situasi Memanas

ARIASTUTY SIRAIT

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan kegiatan yang berlangsung di kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang pada Kamis (13/8/2026), merupakan bagian dari pengamanan dan pengawalan proses pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Kehadiran personel di lokasi dalam rangka menjaga keamanan kawasan, memastikan aktivitas pembangunan berjalan tertib, serta mencegah terjadinya gesekan antara petugas dan masyarakat.

BP Batam menegaskan kegiatan tersebut bukan merupakan penggusuran sebagaimana narasi yang berkembang dan disampaikan oleh sejumlah pihak.

Personel yang bertugas di lokasi melakukan pengamanan dan pengawalan, dengan mengedepankan sikap persuasif, pengendalian diri, serta tidak melakukan tindakan provokatif.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih tersebut dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare. Sebelum diterbitkannya HPL atas lahan tersebut, BP Batam telah melaksanakan proses penanganan terhadap empat pihak yang menyampaikan klaim atas lahan dimaksud, sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Dari empat klaim tersebut, dua di antaranya telah ditindaklanjuti, sementara dua pihak lainnya hingga saat ini belum menyampaikan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses verifikasi.

Dalam proses penanganannya, BP Batam telah membuka ruang komunikasi dan dialog dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Sejumlah pertemuan dan tatap muka telah dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh informasi dan dokumen yang diperlukan, sekaligus memastikan setiap klaim dapat ditangani secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, hingga saat ini proses verifikasi terhadap dua klaim tersebut belum dapat dilanjutkan karena dokumen pendukung yang diperlukan belum disampaikan kepada BP Batam.

BP Batam tetap menghormati hak setiap pihak untuk memperoleh kepastian dan menyelesaikan persoalan sesuai dengan mekanisme yang tersedia. Apabila diperlukan, pihak yang bersangkutan juga dapat menempuh upaya hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, BP Batam memastikan setiap klaim yang disampaikan tetap mendapatkan ruang untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan kehadiran personel pengamanan di lokasi merupakan bagian dari dukungan BP Batam terhadap pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.

“Petugas difokuskan untuk menjaga keamanan kawasan pembangunan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan tertib.” jelasnya, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan, sejak awal seluruh personel telah diarahkan hanya untuk melakukan pengawalan dan pengamanan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Dalam perkembangan pada Kamis (13/8/2026), situasi di lokasi sempat diwarnai tindakan dari dua peserta aksi yang berupaya membuka pakaian. Kondisi tersebut segera direspons secara persuasif oleh personel pengamanan perempuan dengan memberikan kain penutup.

Ariastuty menjelaskan, tindakan itu dilakukan untuk menjaga privasi dan martabat perempuan tersebut, sekaligus mencegah bagian tubuhnya terekspos di ruang publik maupun terekam kamera.

“Kami memang telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi itu dengan menyiapkan kain jarit untuk digunakan sebagai penutup. Kain tersebut kemudian digunakan untuk menutupi tubuh peserta aksi,” jelasnya.

Ia menekankan, tindakan petugas tersebut bukan untuk menghadapi ataupun membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. Sebaliknya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi.

“Langkah tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi, serta untuk mencegah kondisi tersebut semakin terbuka atau terdokumentasikan secara visual,” terang Ariastuty.

Situasi tersebut sempat dipersepsikan sebagai aksi saling dorong. Namun, BP Batam menjelaskan bahwa tindakan petugas pada saat itu diarahkan untuk mencegah tubuh peserta aksi semakin terbuka sekaligus menjaga agar situasi tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.

“Sikap tersebut juga merupakan bagian dari arahan pimpinan yang mengedepankan pengendalian diri dan pendekatan persuasif,” tuturnya.

Ariastuty menambahkan, perbedaan pandangan yang muncul di lapangan tidak mengubah pendekatan BP Batam dalam menjalankan tugas. Personel tetap diminta menahan diri, menjaga keamanan kawasan, serta memastikan proses pengawalan pembangunan berlangsung secara tertib.

“Yang dilakukan petugas pada 13 Agustus 2026 adalah pengamanan dan pengawalan kegiatan pembangunan. Kami memastikan seluruh personel bekerja sesuai tugasnya dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.

BP Batam juga memastikan penanganan terhadap klaim masyarakat dilakukan melalui mekanisme yang tersedia.

Di sisi lain, BP Batam terus membuka ruang komunikasi dan dialog dengan dua warga bersangkutan. Setiap proses penyiapan lahan dilakukan dengan mengedepankan ketentuan hukum, verifikasi dokumen, serta penyelesaian secara terukur.

Dengan tetap memastikan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang-Galang. (EI)

 

Continue Reading

Berita Lain