Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Kesyahbandaran dan Kantor Sistem Penjagaan Laut (KSOP) khusus Batam mengalami kebingungan setelah menemukan bahwa Kapal CR 6, yang sebelumnya terdeteksi di PT. Seloko Tanjung Riau, secara diam-diam telah dipindahkan ke PT. Marinatama Meganusa. Berita lebih mengejutkan lagi, PT. Marinatama Meganusa diduga belum memiliki izin untuk melakukan penutuhan kapal tersebut.

Ketidakpahaman ini muncul setelah pihak berwenang menemukan bahwa kapal tersebut telah dipotong dan dijadikan scrab besi tua. Diduga kuat pergeseran kapal dan penutuhan yang dilakukan tanpa mengantongi izin resmi. Dengan adanya pergeseran yang tidak diketahui ini, pertanyaan tentang proses hukum dan kepatuhan regulasi terhadap penanganan kapal-kapal yang sudah tidak terpakai menjadi perhatian utama kantor Kesyahbandaran dan KSOP Khusus Batam.

Kabid Penegakan Hukum Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Yuzirwan Nasution, menyoroti kegiatan pemotongan kapal CR-6 yang dilakukan di Lokasi PT. Marinatama Meganusa diduga tidak mengantongi izin penutuhan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), sebab pihak KSOP sendiri tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan akan adanya aktifitas penutuhan Kapal CR6.

Menurut Yuzirwan Nasution, tindakan pemotongan kapal tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa PT. Marinatama diduga tidak mengantongi izin resmi dari KLHK untuk melakukan penutuhan kapal CR-6 tersebut, yang merupakan prosedur yang wajib dilakukan dalam proses pemotongan kapal.

Yuzirwan Nasution juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti pelanggaran ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Tidak Mendapat Pemberitahuan dilakukan Pergeseran, Syahbandar dan KSOP Khusus Batam Soroti Pemotongan Kapal CR-6 di Lokasi PT. Marinatama Meganusa.

Dalam Konfrnsi Pers dikantor Syahbandar Pihak Kesyahbandaran dan KSOP Batam sedang menyelidiki peristiwa ini untuk mencari tahu bagaimana dan mengapa pergeseran tersebut terjadi tanpa pemberitahuan resmi. Selain itu, mereka juga akan mengevaluasi langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa situasi serupa tidak terulang di masa depan.Selasa (26/02/2024).

Menurut Yuzirwan, Sebelumnya Pihak KSOP Khusus Batam telah ikut serta dalam gelar perkara atas permasalahan kapal CR 6 tersebut bersama Polairud Polda Kepri. bahkan sampai saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian.

Melihat adanya Pelanggaran dan dugaan ketidaklengkapan perijinan dalam hal pergeseran dan adanya aktifitas penutuhan Kapal tersebut. dalam waktu dekat Pihak KSOP Khusus Batam akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menegakkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup dan kesyahbandaran.

Hingga saat ini, PT. Marinatama belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan dari KSOP Khusus Batam.

Publik menanti perkembangan lebih lanjut terkait penegakan hukum terhadap pelanggaran ini serta langkah apa yang akan diambil oleh pihak berwenang untuk menjamin kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup di wilayah Batam. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai

DIKLAT

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Diklat Orientasi Pegawai untuk Gelombang ke-1 di Mako Brimob Polda Kepri, 18-20 Mei 2026.

Bekerjasama dengan Satbrimob Polda Kepri, orientasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun mental, disiplin dan etos kerja pegawai yang siap melayani dengan penuh tanggung jawab.

Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain menegaskan bahwa status sebagai pegawai tetap membawa amanah besar untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas.

“Saudara-saudara memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, berintegritas, memiliki jiwa korps dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” kata Alexander saat memberikan arahan Upacara Diklat.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, terutama dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pelayanan publik, perizinan, hingga pengadaan. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan profesionalisme organisasi.

Tak hanya itu, semangat kebersamaan dan soliditas antarpegawai juga menjadi nilai penting yang terus dibangun di lingkungan kerja.

“Kita adalah satu BP Batam. Jiwa korps harus dibangun agar tercipta soliditas dan semangat kebersamaan dalam organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad berharap kegiatan orientasi mampu memperkuat pemahaman pegawai terhadap arah kebijakan organisasi, sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap dinamika kepemimpinan dan budaya kerja di lingkungan BP Batam.

“Kegiatan ini agar bagaimana kita bisa memahami roda organisasi, bisa beradaptasi terhadap gaya kepemimpinan dan semua bisa berjalan seiring, selaras, seirama terhadap kebijakan organisasi,” pungkas Amsakar.

Sebanyak 676 pegawai akan mengikuti diklat yang dilaksanakan dalam enam gelombang hingga Juni 2026 mendatang. Para peserta dibekali pemahaman mengenai nilai, etika, serta budaya kerja instansi pemerintah guna menciptakan insan BP Batam yang tangguh dan bertanggung jawab. (AP)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain