Connect with us

9info.co.id | TANJUNGPINANG – Pengurus daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Wilayah Kepulauan Riau(IJTI Kepri) akan menggelar Musyawarah Daerah(Musda) Ke-VI dalam rangka pemilihan ketua dan pengurus daerah periode 2026-2030 yang berlangsung pada tanggal 30-31 Januari 2026 di Pelangi Hotel & Resort,Km 6 Kota Tanjung Pinang.

Musda ini diikuti oleh perwakilan jurnalis televisi yang tersebar di 5 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Kepri antara lain,Kabupaten Bintan,Kabupaten Karimun,Kabupaten Kepulauan Anambas,Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna serta 2 Kota yaitu Batam dan Tanjung Pinang.

Menurut ketua panitia Musda IJTI Kepri,Chairullah mengatakan pelaksanaan Musda IJTI Kepri kali ini dilaksanakan di Kota Tanjung Pinang.

“Untuk Musda Ke VI ini dilaksanakan di Kota Tanjung Pinang,mengingat Kota Tanjung Pinang sebagai Ibukota Provinsi Kepri,meski sebelum nya pelaksanaan Musda selalu di gelar di Kota Batam”Ujar Chairullah.

Chairullah berharap pelaksanaan Musda IJTI Kepri ini dapat berlangsung demokratis, tertib dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen memperkuat profesionalisme jurnalistik di daerah.

Musda ini juga akan dihadiri dan di buka oleh Walikota Tanjung Pinang,Lis Darmansyah,S.H.,Sekretaris Umum IJTI Pusat,Usmar Almarwan dan Wahyu Triyogo selaku Wakil Ketua Umum.

Selain itu panitia Musda IJTI juga mengundang sejumlah mitra kerja selama ini dari organisasi profesi dan organisasi perusahaan seperti,PWI Kota & Provinsi Kepri,AJI,Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Menjelang pergantian kepengurusan,tercatat ada 4 calon kandidat untuk Ketua IJTI Pengda Kepri masa periode tahun 2026-2030, pendaftaran di awali oleh Gusti Yenosa,merupakan jurnalis yang sudab melalang melintang.

Gusti Yenosa yang kerap disapa Oca ini bekerja sebagai jurnalis di INews(MNC Group),Oca juga tercatat hingga saat ini menjabat sebagai Ketua IJTI Pengda Kepri dan Koordinator Wilayah Sumatra.

Selain itu,ada juga calon lain dari jurnalis televisi yaitu,Ruslan dari INews Tv perwakilan di Lingga, Zuprianto dari INews Tv Kota Tanjung Pinang dan Petrus Turnip jurnalis NET Tv untuk wilayah Kepri yang merupakan jurnalis senior.

Nanti nya dalam pelaksanaan Musda IJTI, akan dilakukan pengecekan administrasi masa berlaku kartu ke anggotaan IJTI,untuk memastikan ke ikutsertaan dalam peserta Musda,kemudian peserta juga akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya,penyusunan program kerja, serta dilanjutkan dengan pemilihan ketua dan pengurus daerah yang baru.

“Pastinya pelaksanaan Musda tersebut diharapkan terlaksana melalui mekanisme musyawarah mufakat dan pemungutan suara”pungkas Charullah. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

9info.co.id | BATAM – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi di kawasan Simpang Plamo menuju Kepri Mall akhirnya selesai dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dini hari.

Pasokan air bersih bagi warga yang terdampak gangguan tersebut kini mulai dialirkan kembali secara bertahap.

Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam bersama Tim Teknis PT. Air Batam Hilir di lapangan berhasil menyelesaikan seluruh proses pengelasan akhir pipa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 03.30 WIB.

Sebelumnya, proses pemulihan sempat mengalami keterlambatan dari estimasi awal akibat sejumlah kendala teknis yang membutuhkan penanganan ekstra di lokasi.

“Kami memahami betul bahwa keterlambatan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Ariastuty, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan, di lapangan, tim harus bekerja dengan presisi tinggi karena menghadapi dua kendala utama.

Hambatan pertama, menurut Ariastuty, adalah adanya kendala teknis saat proses penyambungan pipa.

Demi memastikan ketahanan jangka panjang dan mencegah kebocoran berulang, petugas terpaksa melakukan perombakan serta penyesuaian ulang pada komponen penyambung agar terpasang secara sempurna.

Selain itu, tantangan kedua berkaitan dengan kondisi internal pipa yang masih dialiri sisa air aktif. Kondisi pipa yang basah membuat proses pengelasan akhir menjadi sangat sulit.

“Kami tidak bisa memaksakan pengelasan dalam situasi tersebut karena sangat berbahaya bagi keselamatan pekerja dan bisa mengurangi kualitas sambungan pipa itu sendiri,” tambahnya.

Setelah memastikan seluruh sambungan memenuhi standar teknis, proses normalisasi jaringan langsung berjalan.

Saat ini, pendistribusian air minum sudah mulai dilakukan kembali ke rumah pelanggan secara bertahap.

PT. Air Batam Hilir mengingatkan bahwa pemulihan tekanan air di wilayah dataran tinggi atau yang berada di ujung jalur pipa akan memakan waktu sedikit lebih lama.

Baik BP Batam dan PT. Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan serta terganggunya pendistribusian air selama proses perbaikan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama tim berupaya maksimal memulihkan infrastruktur ini,” pungkas Ariastuty. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain