Connect with us

9info.co.id | BATAM – Warga Kampung Tower, RT 04/RW 09, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, menyayangkan tindakan PT Citra Tritunas Prakarsa yang dinilai merugikan masyarakat sekitar lokasi rencana pembangunan kawasan industri.

‎Yopi, salah satu perwakilan warga, menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak menolak relokasi. Namun, mereka berharap proses tersebut dilakukan secara manusiawi tanpa tekanan maupun intimidasi dari oknum yang diduga suruhan perusahaan.

‎“Sudah sering kami merasa ditekan. Bahkan anak-anak pun ikut terganggu secara mental,” ujar Yopi, Selasa (26/8/2025).

‎Bunaya (56), warga lainnya, turut menyampaikan keluhannya. “Rumah saya dirusak akibat aktivitas pematangan lahan ini,” ungkapnya.

‎Kronologi Kejadian

‎Peristiwa bermula pada Selasa sore sekitar pukul 14.00 WIB, ketika hujan deras mengguyur kawasan Kampung Tower. Warga menduga pihak perusahaan membuat jalur air di atas permukiman. Akibatnya, air tertampung dan meluap, menimbulkan longsoran lumpur yang menimbun sumur warga serta merendam rumah-rumah penduduk.

‎Sumur yang menjadi sumber air utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi anak-anak sekolah, kini tertutup lumpur. Warga pun bergotong royong menguras rumah dan mencoba mengorek kembali sumur mereka.

‎Namun saat memperbaiki kerusakan, warga melihat salah satu pekerja perusahaan berada di lokasi. Mereka mendatangi pekerja tersebut dan meminta pertanggungjawaban. Bersama-sama, warga kemudian menuju camp pekerja untuk menuntut penjelasan.

‎Sayangnya, menurut warga, pihak perusahaan berusaha menghindar. Hingga pukul 18.30 WIB, pekerja yang dimaksud melarikan diri. Koordinator lapangan bernama Jali bahkan sempat terjebak karena mobilnya tertanam lumpur.

‎Dalam perjalanan ke lokasi kerusakan, Jali menghubungi seseorang lewat telepon dan menyebut dirinya sedang “disandera” warga. Pernyataan itu memicu perhatian aparat kepolisian.

‎Kapolsek Nongsa bersama sejumlah personel kemudian turun ke lokasi. Setelah mendengar penjelasan kedua belah pihak, Jali mengakui bahwa tidak ada penyanderaan. Warga hanya menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami.

‎Solusi Sementara

‎Kapolsek Nongsa kemudian mengambil langkah cepat dengan memutuskan perusahaan wajib menyediakan air bersih untuk warga pada malam itu juga. Selain itu, PT Citra Tritunas Prakarsa diminta bertanggung jawab penuh atas kerusakan sumur dan rumah warga mulai esok hari.

‎Warga berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, laporan serta bukti video kondisi rumah dan sumur yang terdampak telah dikirimkan ke Lurah Batu Besar, namun hingga kini belum ada tanggapan.

‎“Yang kami butuhkan hanya keadilan dan perlakuan manusiawi. Jangan sampai masyarakat terus ditekan di tanah kelahirannya sendiri,” tutup Yopi.(RP).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

TITIK BANJIR

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam.

Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), BP Batam langsung menerjunkan tim untuk mengecek 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana beserta jajaran.

Guna menyelaraskan langkah, BP Batam juga menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

Sebelas lokasi yang ditinjau mencakup sejumlah kawasan strategis, antara lain Orchard Park di Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate yang belakangan kerap tergenang saat hujan deras.

Langkah ini diambil setelah Anggota Komisi VI DPR Sturman Panjaitan menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase dalam RDP sehari sebelumnya.

Sturman mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menegaskan, verifikasi faktual di lapangan ini sangat krusial untuk memetakan akar masalah secara akurat sebelum merumuskan solusi teknis.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Keduanya menekankan agar setiap aspirasi publik maupun legislatif segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegas Mouris.

Melalui peninjauan bersama Pemerintah Kota Batam ini, skema penanganan di setiap titik mulai disusun.

Rencana kerja tersebut meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga kolaborasi teknis lintas sektoral demi mewujudkan infrastruktur Batam yang andal dan berkelanjutan. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain