Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra berkesempatan untuk meninjau langsung penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi Indah, Selasa (8/3/2025).

Di tengah guyuran hujan, keduanya hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid dan Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto.

Amsakar dan Li Claudia berharap, penataan sungai ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Batam dalam mengurangi risiko banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, baik Amsakar dan Li Claudia penataan kawasan yang dilakukan juga akan menambah estetika di wilayah tersebut.

“Kita ingin merapikan kawasan ini agar menjadi ruang publik yang nyaman,” ujar Amsakar yang juga Walikota Batam di lokasi.

Ia menyampaikan bahwa kawasan sungai ini ke depannya akan ditata menjadi taman kota atau taman terbuka hijau yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Dengan melibatkan pemilik Apartemen Permata Residence, Amsakar ingin penataannya pun dapat terealisasi dengan baik.

“Ke depannya, seluruh pelaku usaha kami harapkan dapat berkontribusi aktif dalam membangun Batam,” pesan Amsakar.

Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga berpesan agar pembangunan Batam dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun Batam menjadi lebih baik. Kami juga telah meminta Deputi Infrastruktur BP Batam untuk merancang kawasan sungai ini sebagai tempat wisata yang instagramable,” tegas Li. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

TITIK BANJIR

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam.

Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), BP Batam langsung menerjunkan tim untuk mengecek 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana beserta jajaran.

Guna menyelaraskan langkah, BP Batam juga menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

Sebelas lokasi yang ditinjau mencakup sejumlah kawasan strategis, antara lain Orchard Park di Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate yang belakangan kerap tergenang saat hujan deras.

Langkah ini diambil setelah Anggota Komisi VI DPR Sturman Panjaitan menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase dalam RDP sehari sebelumnya.

Sturman mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menegaskan, verifikasi faktual di lapangan ini sangat krusial untuk memetakan akar masalah secara akurat sebelum merumuskan solusi teknis.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Keduanya menekankan agar setiap aspirasi publik maupun legislatif segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegas Mouris.

Melalui peninjauan bersama Pemerintah Kota Batam ini, skema penanganan di setiap titik mulai disusun.

Rencana kerja tersebut meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga kolaborasi teknis lintas sektoral demi mewujudkan infrastruktur Batam yang andal dan berkelanjutan. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain