Connect with us

9info.co.id – dr.Tengku Afrizal Dachlan, MM (Riau) terpilih sebagai Ketua Umum didampingi Sekretaris Jenderal Fisman F. Gea, SE (Sumatera Utara), Bendahara Umum, Ir. Mustava, MM (Sumatera Barat) dan Ketua Harian, H. Zainal Abidin (Bangka Belitung) dalam organisasi Perhimpunan Keluarga Besar Sumatera (PERKASA).

Terpilihnya dr.Tengku Afrizal Dachlan, MM beserta Kepengurusan PERKASA ini, berdasarkan hasil keputusan rapat yang telah dilakukan oleh tokoh masyarakat dari 10 Provinsi dan tim Formatur dan Perumus PERKASA.

Ketua Umum organisasi Perhimpunan Keluarga Besar Sumatera (PERKASA),dr.Tengku Afrizal Dachlan, MM menjelaskan, Organisasi kemasyarakatan ini merupakan tempat berkumpulnya seluruh masyarakat yang berasal dari 10 provinsi yang berdomisili di Provinsi Kepulauan Riau khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Sumatera (PERKASA),dr.Tengku Afrizal Dachlan, MM, di dampingi Sekretaris Jenderal Fisman F. Gea, SE,dan Ketua Harian, H. Zainal Abidin

PERKASA di dirikan berlatar belakang  keinginan dari sejumlah tokoh-tokoh masyarakat asal  Sumatera yang berada di Provinsi Kepulauan Riau, untuk mempersatukan masyarakatnya ke dalam sebuah wadah organisasi.

“Ada sebuah keinginan dari sejumlah tokoh masyarakat muncul keinginan untuk menyatukan seluruh warga asal Sumatera kedalam sebuah wadah organisasi PERKASA semata – mata hanya untuk merekatkan dan meningkatkan kembali hubungan silahturahim kekerabatan keluarga se-sumatera,“ jelasnya.

Sebagai bentuk komitment pengurs terpilih dalam mengembangkan organisasi ini, pengurus telah melakukan rapat perdana untuk melakukan menyusun draft kepengurusan untuk nantinya dapat dibahas dalam rapat Finalisasi kepengurusan PERKASA.Jumat (01/07/2022).

Menurut Afrizal, dalam rapat yang digelar di aula Hotel PIH Batam center ini juga membahas jadwal Pelantikan kepengurusan PERKASA yang di rencanakan akan dilantik oleh para Menteri yang aktif yang berasal dari Pulau Sumatera sekaligus sebagai Pembina PERKASA.

“Dalam struktur kepengurusan PERKASA, Dewan Pelindung PERKASA itu adalah 10 Gubernur aktif dari 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera,”tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekjend PERKASA, Fisman Gea menjelaskan. “Tujuan dibentuknya Perkasa ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi yang lebih luas lagi diantara sesama masyarakat asal Pulau Sumatera,” imbuhnya.

Dia mengatakan, adapun yang menjadi anggota di organisasi Perkasa ini adalah semua masyarakat yang ada di Kepri asal Pulau Sumatera, diantaranya dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung dan Kepulauan Riau.

Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Sumatera (PERKASA),dr.Tengku Afrizal Dachlan, MM, di dampingi Sekretaris Jenderal Fisman F. Gea, SE,dan Ketua Harian, H. Zainal Abidin

Sudirman Said, Salah seorang Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Perkumpulan masyarakat provinsi Kepulauan Riau Menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Organisasi PERKASA.

“Kita harapkan, wadah organisasi tempat berkumpulnya masyarakat asal Pulau Sumatera, diantaranya dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung dan Kepulauan Riau tersebut, bisa dijadikan sebagai wadah untuk merekatkan dan meningkatkan kembali hubungan silahturahim kekerabatan keluarga se-sumatera. Serta mendukung Jalanya Pemerintahan untuk mewujudkan pembangunan Provinsi Kepri yang lebih baik,” tutupnya. (Mat

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan gangguan, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan pada objek vital seperti rumah sakit, bandara dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), sehingga produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.

Saat ini, pihaknya bersama mitra mengoptimalkan dengan penggunaan genset di IPA namun hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air.

Disebutkan, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa dan DK 1–5.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” terang Ariastuty.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha sekaligus daya saing investasi Batam.

Menurutnya, upaya pemulihan perlu diikuti evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan.

“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” jelas Fary.

BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi Batam.

Diketahui, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, Dan fasilitas strategis lainnya. (Tim).

 

Continue Reading

Berita Lain