Connect with us

Arnold; “PT.Siemens, Jangan Gunakan Material Scaffolding Kami”

More Videos

9info.co.id– Sebelum adanya kesepakatan untuk  pembayaran Jasa sewa material Scaffolding yang digunakan PT Siemen Indonesia dalam Project LNG Canada. “Kami akan tetap bertahan  di depan perusahaan, hingga dapat kami pastikan , material kami tidak dipergunakan”, tegas Arnold, owner PT. Bintang Kepri Jaya.

Arnold menambahkan, sampai saat ini, belum ada kesepakatan antara pihak manajemen PT. Siemen, PT.Hapsibah, dengan Beberapa perusahaan yang mensuplai bahan material Scafolding yang dipergunakan dalam pengerjaan project di PT.Siemen Indonesia.
“Kita meminta dengan sangat, sebelum adanya kesepakatan, Jangan pernah manfaatkan dan pergunakan material kami”, tegasnya.

Dari pantauan Redaksi 9Info.co, Jumat (28/01/2022), perusahaan suplier ini pun masih tetap berjaga di depan pintu masuk perusahaan.
Mereka mendesak perusahaan PT Siemen untuk mengeluarkan  material Scafolding milik mereka dari lokasi Perusahaan, apabila pihak perusahaan tidak mau membayar jasa sewa nya.

“Kita sudah muak dengan janji janji dan waktu yang diundur tanpa ada kepastian, bila pihak perusahaan masih tetap tidak memiliki inisiatif baik, jangan salahkan jikalau pihaknya juga akan bisa melakukan upaya upaya lain, sehingga material mereka bisa dikeluarkan dari perusahaan”,tutupnya.(pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

9info.co.id | BATAM – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi di kawasan Simpang Plamo menuju Kepri Mall akhirnya selesai dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dini hari.

Pasokan air bersih bagi warga yang terdampak gangguan tersebut kini mulai dialirkan kembali secara bertahap.

Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam bersama Tim Teknis PT. Air Batam Hilir di lapangan berhasil menyelesaikan seluruh proses pengelasan akhir pipa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 03.30 WIB.

Sebelumnya, proses pemulihan sempat mengalami keterlambatan dari estimasi awal akibat sejumlah kendala teknis yang membutuhkan penanganan ekstra di lokasi.

“Kami memahami betul bahwa keterlambatan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Ariastuty, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan, di lapangan, tim harus bekerja dengan presisi tinggi karena menghadapi dua kendala utama.

Hambatan pertama, menurut Ariastuty, adalah adanya kendala teknis saat proses penyambungan pipa.

Demi memastikan ketahanan jangka panjang dan mencegah kebocoran berulang, petugas terpaksa melakukan perombakan serta penyesuaian ulang pada komponen penyambung agar terpasang secara sempurna.

Selain itu, tantangan kedua berkaitan dengan kondisi internal pipa yang masih dialiri sisa air aktif. Kondisi pipa yang basah membuat proses pengelasan akhir menjadi sangat sulit.

“Kami tidak bisa memaksakan pengelasan dalam situasi tersebut karena sangat berbahaya bagi keselamatan pekerja dan bisa mengurangi kualitas sambungan pipa itu sendiri,” tambahnya.

Setelah memastikan seluruh sambungan memenuhi standar teknis, proses normalisasi jaringan langsung berjalan.

Saat ini, pendistribusian air minum sudah mulai dilakukan kembali ke rumah pelanggan secara bertahap.

PT. Air Batam Hilir mengingatkan bahwa pemulihan tekanan air di wilayah dataran tinggi atau yang berada di ujung jalur pipa akan memakan waktu sedikit lebih lama.

Baik BP Batam dan PT. Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan serta terganggunya pendistribusian air selama proses perbaikan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama tim berupaya maksimal memulihkan infrastruktur ini,” pungkas Ariastuty. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version