Connect with us

9info.co.id– Beredarnya berita dan video informasi  konflik yang terjadi di Pulau Haruku Maluku, tepatnya di daerah perbatasan antara desa Ori dan Kariu di Maluku Tengah. Ikatan Keluarga Besar Maluku (IKMAL) Kota Batam pun langsung mengambil sikap.

Salah satu upaya yang dilakukan Ikatan keluarga Besar Maluku (IKMAL) kota Batam, “menginstruksikan langsung, agar masyarakat , khusus nya yang berasal dari provinsi Maluku yang ada di Provinsi Kepri, Kota Batam, agar bisa menahan diri serta tidak mudah untuk terprovokasi atas beredarnya berbagai informasi berita dan video konflik yang beredar”, tegas, Julianus Wattimena.

Ketua harian Ikatan Masyarakat Maluku (IKMAL) Kota Batam ini, menambahkan, Selain himbauan dan instruksi tersebut, “ IKMAL Kota Batam, secara tegas menyatakan sikap, bahwa masyarakat Maluku yang ada di provinsi Kepri, khususnya kota Batam, akan tetap menjaga rasa persaudaraan , tanpa melihat perbedaan asal, daerah, suku, ras dan agama, apalagi dengan berbagai informasi yang beredar yang berpotensi menyulut konflik”, jelas nya.

Dalam confrensi perss yang digelar IKMAL Kota Batam,di Kopi Tiam Take Five-Sei Panas, Jumat (28/01/22). IKMAL kota Batam meminta dengan tegas, agar pihak Kepolisian segera mengusut tuntas konflik yang terjadi.

“Jangan sampai persoalan yang ditimbulkan oleh segelintir orang, kekondusifan di Provinsi Maluku tengah dan NKRI , menjadi terganggu”, tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Wahid Nunlehu, Sekjend IKMAL kota Batam, dia juga menyampaikan , “seluruh masyarakat harus lah bisa menahan diri, khususnya dalam hal memposting berita, gambar, dan video yang berpotensi menimbulkan konflik”.

“Kita mendesak Kapolri , agar bisa menyelesaikan konflik yang ditimbulkan oleh segelintir orang, IKMAL Kota Batam, siap menjadi garda terdepan untuk mendukung, Langkah dan Gerakan terukur yang akan dilakukan pihak Kepolisia, demi keamanan dan kekondusifan Provinsi Maluku”, tegasnya.

Pernyataan sikap masyarakat yang di inisiasi oleh IKMAL kota Batam ini pun, tampak dihadiri langsung oleh, Kasubdit IV Ditintel Polda Kepri, Kompol Edi Buche. Dia pun mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh IKMAL Kota Batam.

“ Terkait aktor intelektual timbulnya persoalan konflik di kampung halaman kita, serahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib, sehingga pihak kepolisian bisa mengungkap dan menyelesaikan konflik yang terjadi, demi keamanan dan kekondusifan di provinsi Maluku dan seluruh Nusantara”, tutup Edi Buche.(Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.

‎Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

‎Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.

‎Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.

‎Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.

Isye

Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

Bukan Sekadar Seremonial

‎REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.

‎Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.

‎REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.

‎Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.

‎Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.

‎“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.

Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi

‎Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.

‎Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.

‎“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

isye 2

Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam

Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan


‎REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.

‎Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

‎Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.

‎Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).

Continue Reading

Berita Lain