Connect with us

9info.co.id – Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui dinas sosial menyerahkan bantuan paket sembako Kepada 24 Kepala Keluarga (KK) Korban musibah bencana alam puting beliung di Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun, Sumut, Senin (19/6/2023).

Ke 24 KK korban musibah bencana alam tersebut berada di Nagori Wonorejo sebanyak 19 KK dan 5 KK Nagori Purba ganda. Bencana Alam angin puting beliung terjadi pada Sabtu (17/6) sekitar pukul 17:00 Wib. Tidak ada korban jiwa musibah itu, namun kerugian warga di perkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Penyerahan bantuan paket sembako itu diserahkan langsung oleh Bupati Simalungun di wakili Wakil Bupati H Zonny Waldi secara simbolik kepada warga yang mengalami musibah bencana alam angin puting beliung.

Dalam menyerahkan bantuan, Wakil Bupati di dampingi oleh Plt Kepala Dinas Sosial Osnidar Marpaung, Sekcam Pamatang Bandar Esra Marpaung, Pangulu Wonorejo Susiadi, Pangulu Purba Ganda Sugiman, perangkat nagori dan masyarakat korban bencana alam.

Dalam kesempatan ini Wakil Bupati menyampaikan turut merasa prihatin kepada para korban yang mengalami musibah bencana alam angin puting beliung.

“Atas nama keluarga dan Pemerintahan Kabupaten Simalungun turut merasakan dan prihatin atas musibah angin puting beliung ini,semoga kita di berikan ketabahan dan kesabaran atas musibah ini,”ucap Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga berharap agar pangulu dan perangkat desa melakukan marharoan bolon (gotong royong) untuk membersihkan dan merapikan pepohonan yang menimpa rumah masyarakat.

“Lakukan marharoan bolon untuk membersihkan dan memperbaiki rumah masyarakat yang terdampak musibah angin puting beliung. Pangulu juga kembali mendata masyarakat yang belum mendapatkan bantuan akibat musibah ini,” pinta Wakil Bupati.

Pangulu dari Kedua Nagori itu senada menyampaikan rasa terima kasih nya atas perhatian dan bantuan yang di berikan pemerintah kabupaten Simalungun kepada warganya yang terkena musibah bencana alam. (Nat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

9info.co.id | BATAM – Perkara dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang sempat menjadi perhatian publik di Kota Batam akhirnya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, Jumat (17/04/2026).

‎Penyelesaian tersebut difasilitasi oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota melalui mediasi yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, S.H., dengan menghadirkan kedua belah pihak beserta kuasa hukum masing-masing.

‎Dalam proses tersebut, terlapor RS didampingi kuasa hukum Rio F. Napitupulu, S.H., M.H., sementara pelapor AM didampingi kuasa hukum Saferiyasa Hulu, S.H., M.H.

‎Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai antara kedua pihak yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Sebagai tindak lanjut, pelapor juga mengajukan pencabutan laporan polisi terkait dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP. sebagaimana telah dirubah dalam KUHP Baru UU No 1 Tahun 2023 dalam Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU No 1 Tahun 2023.

‎Selain itu, kesepakatan juga mencakup penyelesaian kewajiban antara para pihak, sehingga tidak ada lagi tuntutan hukum lanjutan di kemudian hari.

‎Kuasa hukum terlapor, Rio F. Napitupulu SH,MH mengapresiasi itikad baik kliennya sejak ini diberitakan langsung di media untuk dalam menyelesaikan perkara ini, termasuk pengembalian sejumlah dana 80% yang diminta dengan catatan untuk 3 tuntuntan yamg diberikan pelapor dihapuskan.

‎Ia menegaskan bahwa kliennya telah menjalankan seluruh pekerjaan sesuai kesepakatan diawal dan , khususnya dalam pengurusan proses Balik nama rumah kavling.

Menurutnya, proses yang telah dilakukan meliputi permohonan dan pengajuan ,pengecekan lapangan serta penerbitan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga juga permohoan,pengajuan penerbitan faktur UWTO serta penandatanganan AJB notaris yang telah di lalui dan dikerjakan dan sudah diserahkan kepada pihak terkait.

‎“Tidak benar jika klien kami disebut melakukan penipuan atau bagian dari sindikat atas pemberitaan yang menyudutkan klien kami,Hubungan para pihak adalah hubungan kerja profesional,” tegasnya.

‎Terkait kewajiban pembayaran UWTO,perlu kami tegaskan disini bahwa kepada pihak terlapor bahwa hal tersebut sejak awal bukan menjadi tanggung jawabnya klien kami, sebagaimana tertuang dalam kesepakatan serta didukung bukti awal yang tertera di kwitansi.

‎Lebih lanjut, pihak terlapor membantah tudingan yang menyebut dirinya mengaku sebagai notaris atau pengacara. Pernyataan tersebut dinilai sebagai narasi yang tidak sesuai fakta dan berpotensi merugikan nama baik.

‎Melalui kuasa hukumnya, pihak terlapor juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap reputasi serta pemberitaan yang berimbang. Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 5 ayat (2) dan (3) terkait hak jawab dan hak koreksi.

‎Namun demikian, terkait pemberitaan yang dinilai mencemarkan nama baik, pihak kuasa hukum menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.

‎“Persoalan pemberitaan yang merugikan nama baik klien kami masih menjadi bahan pertimbangan, apakah akan dilanjutkan ke proses hukum atau tidak,” ungkapnya.

‎Penyelesaian melalui pendekatan restorative justice ini diharapkan dapat memberikan rasa keadilan yang berimbang bagi para pihak, sekaligus menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain