Connect with us

9info.co.id | BATAM – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak advokat yang profesional dan berintegritas melalui pelaksanaan Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat bagi 66 advokat baru di Provinsi Kepulauan Riau.

‎Prosesi Pengangkatan Advokat dilaksanakan pada 20 Desember 2025 di Planet Holiday Hotel, Batam, dan berlangsung khidmat sebagai tonggak awal pengabdian para advokat dalam menegakkan hukum dan keadilan.

‎Para advokat yang diangkat menyatakan kesiapan untuk bernaung dan menjalankan profesi di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPN PERADI, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., dengan menjunjung tinggi profesionalisme serta kode etik advokat.

‎Selanjutnya, para advokat yang telah diangkat mengikuti Pengambilan Sumpah Advokat pada (23 /12/2025), di Pengadilan Tinggi Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Prosesi sumpah ini menjadi syarat sah bagi advokat untuk menjalankan praktik hukum secara resmi.

PENGURUS PERADI KOTA BATAM

PENGURUS DPC PERADI KOTA BATAM

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Isfandir Hutasoit, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pengangkatan dan sumpah advokat berjalan lancar berkat kerja sama solid antara panitia pelaksana, pengurus PERADI, serta dukungan berbagai pihak terkait.

‎“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada 66 advokat yang telah resmi diangkat dan disumpah. Semoga dapat menjalankan profesi dengan menjunjung tinggi kode etik advokat serta menjadi penegak hukum yang berintegritas,” ujar Dr. Isfandir.

‎Dr. Isfandir Hutasoit yang juga menjabat sebagai Sekretaris PERADI DPC Kota Batam menekankan bahwa profesi advokat menuntut tanggung jawab moral yang tinggi dalam membela kepentingan hukum masyarakat.

‎“Advokat bukan hanya sebuah profesi, melainkan panggilan moral untuk menegakkan keadilan, supremasi hukum, dan perlindungan hak asasi manusia,” tegasnya.

‎Sementara itu, Ketua PERADI DPC Kota Batam, Mustari, S.H., bersama Tantimin, S.H., M.H., selaku Bendahara PERADI DPC Kota Batam, menyampaikan harapan agar bertambahnya advokat baru ini dapat meningkatkan kualitas layanan bantuan dan penegakan hukum bagi masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

‎Dengan bergabungnya 66 advokat baru tersebut, PERADI optimistis peran advokat sebagai officium nobile atau profesi mulia akan semakin kuat dalam mendukung sistem peradilan yang adil, transparan, dan berkeadilan di Kepulauan Riau. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

9info.co.id | BATAM – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi di kawasan Simpang Plamo menuju Kepri Mall akhirnya selesai dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dini hari.

Pasokan air bersih bagi warga yang terdampak gangguan tersebut kini mulai dialirkan kembali secara bertahap.

Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam bersama Tim Teknis PT. Air Batam Hilir di lapangan berhasil menyelesaikan seluruh proses pengelasan akhir pipa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 03.30 WIB.

Sebelumnya, proses pemulihan sempat mengalami keterlambatan dari estimasi awal akibat sejumlah kendala teknis yang membutuhkan penanganan ekstra di lokasi.

“Kami memahami betul bahwa keterlambatan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Ariastuty, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan, di lapangan, tim harus bekerja dengan presisi tinggi karena menghadapi dua kendala utama.

Hambatan pertama, menurut Ariastuty, adalah adanya kendala teknis saat proses penyambungan pipa.

Demi memastikan ketahanan jangka panjang dan mencegah kebocoran berulang, petugas terpaksa melakukan perombakan serta penyesuaian ulang pada komponen penyambung agar terpasang secara sempurna.

Selain itu, tantangan kedua berkaitan dengan kondisi internal pipa yang masih dialiri sisa air aktif. Kondisi pipa yang basah membuat proses pengelasan akhir menjadi sangat sulit.

“Kami tidak bisa memaksakan pengelasan dalam situasi tersebut karena sangat berbahaya bagi keselamatan pekerja dan bisa mengurangi kualitas sambungan pipa itu sendiri,” tambahnya.

Setelah memastikan seluruh sambungan memenuhi standar teknis, proses normalisasi jaringan langsung berjalan.

Saat ini, pendistribusian air minum sudah mulai dilakukan kembali ke rumah pelanggan secara bertahap.

PT. Air Batam Hilir mengingatkan bahwa pemulihan tekanan air di wilayah dataran tinggi atau yang berada di ujung jalur pipa akan memakan waktu sedikit lebih lama.

Baik BP Batam dan PT. Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan serta terganggunya pendistribusian air selama proses perbaikan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama tim berupaya maksimal memulihkan infrastruktur ini,” pungkas Ariastuty. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain