Connect with us

9info.co.id– Laspen Simamora, resmi terpilih menjadi  ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mangsang.
Terpilihnya Laspen Simamora, setelah meraih suara terbanyak dalam  pemilihan yang dilakukan Panitia pemilihan kelurahan Mangsang yang digelar pada, Minggu (30/01/22).
Priyono, Ketua Panitia Pemilihan Ketua LPM periode 2022-2027 menyampaikan, ” Pemilihan Ketua LPM Kelurahan  Mangsang-Sei Beduk, di ikuti oleh 7 orang calon, dan Yang mempunyai hak suara dalam Pemilihan Ketua LPM , Ketua RT/RW, Karang Taruna,  PKK, Kader Posyandu yang aktif dan memiliki SK”, terang Priyono.

“Tingginya  antusias pemilih persentase nya mencapai 98 persen, Sebab jumlah pemilih yang  menggunakan hak suaranya sebanyak 151 suara, dari total jumlah pemilih 158 suara”,tambahnya.
Adapun 7 calon dan perolehan suara yang diraih,  diantaranya Pristiwanto memperoleh 30 suara,  M Basyir Sahabuddin 0 suara, Untung Budiyanto 20 suara, Suprapto 21 suara, Laspen Simamora 41 suara, Nur Afandi 1 suara, dan Riyono 37 suara.
Sementara itu, Lurah Mangsang Heryawan S.IP, menyampaikan Selamat kepada Ketua LPM Kelurahan Mangsang terpilih, dia berharap, Pemilihan secara demokrasi seperti ini, bisa membawa perubahan yang lebih baik di kelurahan Mangsang.

” LPM kedepanya bisa bermitra dan menjalin  sinergitas dengan pihak kelurahan,   perangkat RT/RW, PKK,Karang Taruna, Posyandu, Kehadiran LPM bisa membawa kebersamaan untuk  meningkatkan  pembangunan di Kelurahan Mangsang”, tegas Lurah Mangsang.
Menyikapi hal ini, Ketua LPM Kelurahan Mangsang, Laspen Simamora menyampaikan Apresiasi atas kepercayaan  RT/RW se kelurahan Mangsang,  sehingga dia bisa mengemban tugas baru sebagai Ketua LPM di Kelurahan ini.

“Saya berharap ketua RT/RW se kelurahan Mangsang bisa memberikan support dan motivasi, sehingga kedepanya LPM ini bisa menjadi Mitra yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat, saya tidak mampu bekerja sendiri tanpa dukungan kita semua”, terangnya.
Selain itu, Laspen juga mengajak seluruh para calon yang ikut dalam Kompetisi tersebut, untuk kembali bersatu padu, sebab kemenangan yang di raihnya merupakan kemenangan bersama untuk memajukan kelurahan Mangsang ke arah yang lebih baik.
“Mari kita bersatu padu demi mewujudkan terciptanya lingkungan kelurahan Mangsang yang bersih, damai dan  kondusif”, tutupnya.
(Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dan puncak musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada Agustus. Sementara itu, berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) pun menaruh perhatian serius terhadap potensi ini, mengingat waduk merupakan sumber utama air baku untuk mendukung kebutuhan air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim ini harus dilakukan sejak dini.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, lanjut Denny, BP Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan air baku.

Pertama, BP Batam bersama PT ABH terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku secara real-time. Data pemantauan level dan kondisi air tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola dalam menentukan langkah operasional, termasuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, BP Batam terus mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antar waduk untuk mendukung distribusi air baku bagi wilayah yang terdampak penurunan debit air baku.

Ketiga, selain aspek teknis, BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA). Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.

Terakhir, BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” pesannya.

Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.

Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan;
  2. Memeriksa instalasi air secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kebocoran;
  3. Mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering;
  4. Menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain