9info.co.id – Organisasi Kemasyarakatan Ikatan Keluarga Besar sumatera Utara (Ormas IKABSU), merupakan suatu wadah atau paguyuban masyarakat asal Sumatera Utara yang berdomisili di Kota Batam, Kepulauan Riau.
IKABSU ini didirikan sejak tahun 2002. Paguyuban Masyarakat asal Sumatera Utara pertama kalinya dipimpin oleh Aida Ismeth Nasution.
Seiring perjalananya, roda organisasi yang menaungi 33 Kabupaten/Kota ini pun tetap berupaya menampilkan eksistensinya dalam membangun kebersamaan baik dalam kegiatan sosial, budaya dan Politik.
Hal ini disampaikan Susanto Siregar, salah seorang warga Batam yang berasal dari Sumatera Utara.
Mubes IKABSU 13 Agustus 2022
Menurut Susanto, “Polemik mulai terlihat di dalam wadah ormas IKABSU setelah terbentuknya dua kepanitian dalam Mubes IV yang seyogyanya dilaksanakan dua tahun sebelumnya, namun karena situasi pendemi Covid-19, Mubes IKABSU IV terpaksa diundur,” jelas Susanto.
Susanto dan beberapa para tokoh dan orang yang dituakan dalam wadah keluarga besar yang berasal dari Sumatera Utara , telah berupaya menyatukan persepsi. Namun apa daya, kedua panitia yang telah terbentuk pun masih tetap enggan untuk dilebur dalam satu wadah kepanitian Mubes ke IV yang direncanakan.
“Karena saling mempertahankan ego kelompoknya serta menganggap kepanitian yang dibentuk telah sesuai AD/ART IKABSU pelaksanaan Mubes IV pun terlaksana dua kali di tahun 2022 ini,” sesalnya.
Susanto menjelaskan, Mubes IV IKABSU 21 Mei 2022 yang di gelar di Tiban Mentarau, Sekupang pun telah melahirkan secara aklamasi dan memutuskan ketua umum IKABSU Perubahan yakni Boni Ginting.
Sementara pelaksanaan Mubes IKABSU 13 Agustus 2022 yang digelar di Hotel Pacific, Udin P.Sihaloho terpilih sebagai Ketua Umum IKABSU Perjuangan.
“Menyikapi terjadinya Dualisme IKABSU ini membuat IKA IKA dari 33 Kabupaten/Kota menjadi bimbang mengikuti kepengurusan yang mana,” ujarnya.
“Kami mengingatkan jika tidak segera diatasi, saya khawatir akan menjadi sumber perpecahan bagi komunitas warga Sumut yang ada di Kota Batam, ” tegas Susanto Siregar.
Untuk mengantisipasi perpecahan bagi komunitas warga Sumut yang berada di Batam, Susanto pun meminta para tokoh dan kedua kubu yang bertikai untuk bersedia direkonsiliasi demi penyelamatan organisasi IKABSU.
“IKABSU ini milik seluruh komunitas Warga atau pun IKA-IKA dari 33 Kabupaten/Kota, bukan milik pengurus semata, hal ini perlu di pahami para pengurus,” jelas Susanto.
“Apabila kedua kubu ini tidak bersedia untuk Islah ataupun mengedepankan kepentingan warga Sumut, alangkah baiknya IKABSU ini dibekukan daripada menjadi bahan atau sumber perpecahan bagi komunitas warga Sumut yang berada di kota Batam,” tutupnya. (mat)
Perkuat SDM Industri Salon, Pelatihan “Make Your Personal Brand Matter” Tekankan Personal Branding dan Service Excellent
9info.co.id | BATAM – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi fokus utama dalam industri layanan, khususnya sektor salon.
Melalui pelatihan bertajuk “Make Your Personal Brand Matter”, para pelaku industri salon diajak memahami pentingnya personal branding dan pelayanan prima (service excellent) dalam membangun kepercayaan pelanggan.
Penggagas kegiatan, Alfredo Sihombing, menegaskan bahwa personal branding kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama di industri layanan. Menurutnya, kualitas individu karyawan menjadi representasi langsung dari sebuah brand di mata konsumen.
“Personal branding bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan, terutama di industri layanan, di mana kualitas diri karyawan adalah wajah utama sebuah brand,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan bisnis saat ini tidak hanya bertumpu pada produk semata, tetapi juga pada bagaimana setiap individu di dalamnya mampu membangun citra diri yang positif dan memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
Penggagas kegiatan, Alfredo Sihombing, menegaskan bahwa personal branding kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama di industri layanan.
“Ketika karyawan memiliki personal branding yang kuat dan memahami service excellent, maka kepercayaan pelanggan akan terbentuk secara alami,” jelas Alfredo.
Pelatihan ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung terkait pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan. Mulai dari sikap, cara berkomunikasi, hingga perhatian pada detail pengalaman pelanggan menjadi poin penting yang ditekankan.
Hal ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan loyalitas konsumen sekaligus memperkuat identitas brand secara menyeluruh di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Sementara itu, Lia selaku Owner Nuria Salon menyampaikan bahwa program pelatihan seperti ini telah menjadi agenda rutin dalam pengembangan SDM di tempat usahanya.
“Program seperti ini sudah menjadi program tahunan bagi kami. Ketika karyawan memiliki personal branding yang kuat dan memahami service excellent, maka kepercayaan pelanggan akan terbentuk secara alami,” ungkapnya.
Lia Owner Nuria Salon menyampaikan bahwa program pelatihan seperti ini telah menjadi agenda rutin dalam pengembangan SDM di tempat usahanya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, setiap karyawan tidak hanya bekerja sebagai tenaga operasional, tetapi juga mampu menjadi representasi brand yang memberikan nilai dan kesan positif bagi pelanggan.
Di sisi lain, salah satu peserta pelatihan, Butet, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pekerja salon.
“Pelatihan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan skill dan cara melayani pelanggan dengan lebih profesional,” katanya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan industri salon dapat terus berkembang dengan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter, citra diri, dan kemampuan pelayanan yang unggul di era digital.(Mat).