Connect with us

9info.co.id – Pentingnya menjalin rasa persatuan khususnya dalam budaya suku Batak tidak diragukan lagi. Bahkan, konon dari sejarah bangso Batak yang terdiri dari marga-marga itu dikenal lewat rasa solidaritas yang sangat tinggi sejak adanya peradaban bangso Batak khususnya di Indonesia.

Metode orang Batak dalam mengikat tali silaturahmi dan menguatkan serta melestarikan adat budaya Batak biasanya dengan membentuk sejenis wadah dalam lingkup persatuan marga, atau lazim disebut sebagai punguan marga.

Kali ini di Kota Batam, punguan marga Batak dari keturunan Raja Manullang mendeklarasikan diri di Gedung Serba Guna HKBP Batu Aji Lama, Sabtu(30/7/2022).

Perlu diketahui silsilah marga Manullang adalah anak ke-enam dari Siraja Oloan (Naibaho, Sihotang, Bakara, Sinambela, Sihite dan Manullang).

Manullang yang selalu bekerja keras, gigih, jujur dan bercita-cita luhur agar keturunannya memperoleh kesejahteraan lahir dan batin.

Leluhur marga Manullang berasal dari Huta Bakkara Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman dan semangat untuk mencari kehidupan yang lebih baik, keturunan marga Manullang telah mengalami pertumbuhan yang cukup besar dan bermukim di sejumlah kota di Indonesia dan di beberapa negara di dunia.

Di Kota Batam jumlah keturunan marga Manullang diperkirakan sudah mencapai 500
Kepala Keluarga atau sekitar 1.500 jiwa yang berprofesi sebagai pengusaha, aparat
militer dan kepolisian, karyawan swasta, dan pegawai pemerintahan.

Mengingat marwah dari leluhur Manullang agar selalu setia tolong menolong dalam suka dan duka serta mempererat tali persaudaraan maka telah diadakan pertemuan para sesepuh, pengurus wilayah, dan perwakilan anggota masing-masing wilayah dengan tujuan membentuk punguan Parsadaan Toga Manullang Boru- Bere – Ibebere (Partogam)  Se- Kota BATAM.

Adapun susunan kepengurusan  PARTOGAM di Kota Batam yang telah dikukuhkan, hari Sabtu(30/7/2022) sebagai berikut :

PENASEHAT

1. Ir. Saharman Manullang (Op. Si Louven)/br. Hutajulu
2. Johny Manullang (Op. Si Raja)/br. Tamba
3. Leonard Manullang (Op. Si Baryl)/br. Sitanggang
4. Dulman Manullang (A. Cindy)/br. Matondang
5. Ir. Ferry Wise Manullang, MM (A. Ondo)/br. Hasibuan

PANITIA DEKLARASI

Ketua Umum : Maruhum Manullang (A. Chris)/br. Simanjuntak
Wakil Ketua : Amron Manullang (A. Lique)/br. Keliat
Sekretaris Umum : Jusnar Manullang, AMd. (A. Dejuan)/br. Munthe
Wakil Sekretaris : Marudut Sinaga, AMd (A. Felicia)/br. Manullang
Bendahara Umum : Timbul Nainggolan (A. Gaby)/br. Manullang
Protokol/MC : 1. Sanggam Manullang (A. Febi)/br. Sagala
2. St. Ridwan Manullang (A. Untung)/br. Siburian
3. Rudolf Manullang (A. Melva)/br. Situmorang
4. Afrizal Manullang (A. Jessica)/br. Pasaribu
5. Hendra Manullang (A. Feli)/br. Simbolon

KOORDINATOR WILAYAH

1. Batu Aji : St. Listen Manullang (A. Edu)/br. Sitorus
2. Sei Beduk : Oloan Manullang (A. Erwin)/br. Hasibuan
3. Tiban/Sekupang : Aplen Manullang (A. Samuel)/br. Tampubolon
4. Batam Timur : Hotler Manullang (A. Ianang)/br. Tampubolon
5. Punggur/Nongsa : Saham Manullang (A. Damian)/br. Damanik
6. Batam Kota : St. Manaek Manullang (A. Rimbun)/br. Siburian.

Turut hadir dalam acara pengukuhan tersebut, Rudi Panjaitan(mewakili Walikota Batam) Anggota DPR RI, Sturman, anggota DPD-RI
Richard Pasaribu, anggota DPRD Kota Batam,
Erikson Pasaribu, Tumbur Hutasoit dan Tumbur Sihaloho dan seluruh keluarga besar marga Manullang se-Kota Batam. (*/lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dan puncak musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada Agustus. Sementara itu, berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) pun menaruh perhatian serius terhadap potensi ini, mengingat waduk merupakan sumber utama air baku untuk mendukung kebutuhan air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim ini harus dilakukan sejak dini.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, lanjut Denny, BP Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan air baku.

Pertama, BP Batam bersama PT ABH terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku secara real-time. Data pemantauan level dan kondisi air tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola dalam menentukan langkah operasional, termasuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, BP Batam terus mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antar waduk untuk mendukung distribusi air baku bagi wilayah yang terdampak penurunan debit air baku.

Ketiga, selain aspek teknis, BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA). Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.

Terakhir, BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” pesannya.

Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.

Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan;
  2. Memeriksa instalasi air secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kebocoran;
  3. Mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering;
  4. Menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain