Connect with us

9info.co.id – Seleksi Kepengurusan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang 2023 telah dibuka. Panitia seleksi (Pansel) membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengisi jabatan sebagai Direktur PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), dan Anggota Dewan Pengawas unsur Independen PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bestari.

Sesuai dengan pengumuman Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Tanjungpinang Nomor: 539/142/PANSEL/1.2.01/2023 tentang seleksi Kepengurusan BUMD Kota Tangjungpinang tahun 2023, untuk penerimaan berkas lamaran dibuka mulai 20 Februari sampai dengan 02 Maret 2023.

“Berkas dapat diserahkan langsung oleh pelamar atau melalui Kantor Pos yang ditujukan kepada Wali Kota Tanjungpinang Cq. Ketua Panitia Seleksi Kepengurusan BUMD, dengan alamat Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang BUMD Jl. Daeng Marewa Senggarang Nomor 1 Senggarang-Tanjungpinang Kode Pos 29115,” tulis pengumuman tersebut.

Selanjutnya, bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi yang akan diumumkan 06 Maret 2023, akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) berupa psikotes, ujian tertulis, presentasi, wawancara dan penilaian rekam jejak. Proses UKK akan dilaksanakan dari 08 Maret hingga 21 Maret 2023.

“Tiga calon terbaik hasil UKK akan mengikuti tes tahap akhir yakni wawancara akhir,” terang pengumuman itu.

Keseluruhan proses seleksi akan berakhir dalam pengumuman akhir yang akan disampaikan pada 29 Maret 2023. Untuk syarat dan ketentuan lainnya, dapat dilihat pada laman https://tanjungpinangkota.go.id atau lampiran berikut https://drive.google.com/file/d/1ReLI2wkJPBBVQ6fNz61lG-h9mwCP_MXn/view. ( Mat )

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Komunitas Batak di Batam Rindukan Sopo Godang dan Rumah Duka, IKABSU Kepri Ajak Tokoh Duduk Bersama

IKABSU

9info.co.id | BATAM – Komunitas Batak di Kota Batam merindukan hadirnya Sopo Godang atau gedung serbaguna yang dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan pesta adat sekaligus rumah duka bagi warga asal Sumatera Utara di Batam.

‎Kerinduan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Provinsi Kepulauan Riau, Jhonson Fidoli Sibuea. Ia menilai keberadaan sarana dan prasarana khusus bagi masyarakat Batak sudah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banyak warga Sumatera Utara di Batam yang kesulitan mendapatkan tempat saat menggelar kegiatan adat maupun acara kedukaan.

‎“kami merindukan adanya kesepahaman dan komitmen bersama untuk memikirkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat Batak di Batam,” ujar Jhonson.

‎Menurutnya, pihak IKABSU memperoleh informasi bahwa komunitas Batak sebelumnya pernah mendapatkan alokasi lahan melalui salah satu organisasi masyarakat, yakni Isenabasa, dari BP Batam.

‎Lahan tersebut disebut berada di sekitar kawasan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Dinas Kesehatan Batam atau wilayah Perumahan Puri Legenda dengan luas sekitar 2,5 hektare.

‎Jhonson menilai lokasi itu sangat strategis apabila dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat Sumatera Utara, termasuk pembangunan gedung serbaguna dan rumah duka representatif bagi komunitas Batak di Batam.

‎“Masyarakat Sumut sangat rindu adanya fasilitas gedung serbaguna dan rumah duka. Selama ini warga cukup sulit mendapatkan tempat apabila ada pesta adat maupun saat berduka,” katanya.

‎Dalam perjalanannya, lanjut dia, pihaknya juga mendapat informasi terkait keberadaan lahan organisasi asal Sumatera Utara yang dikenal dengan lima puak.

Karena itu, ia berharap seluruh tokoh dan komunitas Batak di Batam dapat duduk bersama dan menyamakan persepsi demi mewujudkan pembangunan fasilitas bersama tersebut.

‎“Kami ingin tokoh dan komunitas Batak yang ada di Batam bisa duduk bersama dan menyamakan persepsi agar fasilitas ini dapat terwujud dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

‎Jhonson juga mempertanyakan perkembangan dan status lahan yang disebut telah lama dialokasikan tersebut. Pasalnya, menurut informasi yang diterima, sebelumnya sudah pernah ada rencana pembangunan Sopo Godang di lokasi itu, namun hingga kini belum terealisasi dan status lahannya belum jelas.

‎“Warga membutuhkan fasilitas untuk membantu kegiatan pesta adat maupun saat berduka. Kami berharap para orang tua dan tokoh masyarakat dapat duduk bersama membahas kelanjutan lokasi lahan tersebut,” tutupnya.

‎Hingga saat ini, awak media belum memperoleh konfirmasi dari pihak BP Batam selaku pihak yang disebut mengalokasikan lahan maupun dari organisasi masyarakat Isenabasa yang diduga sebagai penerima alokasi lahan tersebut. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain