Connect with us

9Info.co.id | Batam – Setelah akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai anggota DPRD Batam pada tahun 2024 mendatang . Werton Panggabean S.H., M.H. telah mengumumkan niatnya untuk maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau melalui Partai Politik Partai Gerindra.

Werton Panggabean, seorang politisi yang berpengalaman dan dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat, telah memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam dunia politik guna mewakili aspirasi dan kepentingan masyarakat Kepulauan Riau.

Werton Panggabean, SH.,MH - Anggota DPRD Kota Batam Saat Memimpin Rapat

Werton Panggabean, SH.,MH – Anggota DPRD Kota Batam Saat Memimpin Rapat

Selama dua periode di DPRD Kota Batam, dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Batam. Ia telah berhasil memperjuangkan berbagai inisiatif kebijakan yang berfokus pada peningkatan Insfratruktur serta kualitas hidup penduduk Batam,

Dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum (Sarjana Hukum dan Magister Hukum), Werton Panggabean memiliki landasan yang kuat dalam memahami berbagai permasalahan hukum dan regulasi yang relevan dengan kebijakan pemerintahan.

Kemampuan hukumnya diharapkan akan menjadi aset berharga bagi DPRD Provinsi Kepulauan Riau nantinya.

Werton Panggabean, SH.,MH - Anggota DPRD Kota Batam Saat Melaksanakan Sidak Lapangan

Werton Panggabean, SH.,MH – Anggota DPRD Kota Batam Saat Melaksanakan Sidak Lapangan

“Keputusan untuk maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Kepulauan Riau adalah langkah berikutnya dalam perjalanan saya sebagai pelayan masyarakat. Saya ingin lebih banyak berkontribusi untuk memajukan daerah kita dan menciptakan perubahan yang positif bagi warga Kepulauan Riau,” ungkap Werton Panggabean saat diwawancarai oleh media.

Tokoh-tokoh politik dan masyarakat di Kepulauan Riau menyambut baik keputusan Werton Panggabean untuk maju sebagai Caleg DPRD Provinsi. Mereka melihat potensi dan komitmen yang dimiliki Werton sebagai faktor kunci yang dapat membawa perubahan positif bagi wilayah tersebut.

Werton Panggabean, SH.,MH - Anggota DPRD Kota Batam Saat Meninjau Proyek hasil Pokirnya.

Werton Panggabean, SH.,MH – Anggota DPRD Kota Batam Saat Meninjau Proyek hasil Pokirnya.

Saat ini, tim pemenangan Werton Panggabean sedang giat menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Program-program unggulan yang diusung Anggota DPRD Batam dari Daerah Pemilihan Dapil 3 Kecamatan Sei Beduk, Nongsa, Bilang dan Galang ini, fokus pada pengembangan ekonomi, peningkatan infrastruktur, kepedulian terhadap rumah Ibadah, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.

Pemilihan umum legislatif mendatang diharapkan akan menjadi ajang bagi Werton Panggabean untuk memberikan kontribusi nyata bagi warga Kepulauan Riau khususnya Kota Batam demi mewujudkan visi misinya sebagai wakil rakyat.

Tetap semangat untuk perjuangan Werton Panggabean dalam melangkah maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Kepulauan Riau. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Skandal Infrastruktur di Lubuk Baja? Jalan Hancur, Drainase Diduga Ditutup, Respons Pemerintah Dipertanyakan

Skandal Infrastruktur di Lubuk Baja? Jalan Hancur, Drainase Diduga Ditutup, Respons Pemerintah Dipertanyakan

9info.co.id | BATAM – Kondisi memprihatinkan Jalan Raden Patah Blok 3, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, memicu sorotan publik dan berpotensi menjadi isu viral.

‎Kerusakan jalan yang semakin parah, disertai dugaan penutupan drainase tanpa bak kontrol, menimbulkan pertanyaan serius terhadap kinerja dan pengawasan pemerintah daerah.

‎Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, ruas jalan tersebut dipenuhi lubang di berbagai titik dan kerap tergenang air saat hujan turun. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur.

‎Sejumlah pelaku usaha di kawasan itu mengaku terdampak langsung. Salah satunya, Lambok Pranata Sihombing, yang secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah.

‎“Kami taat membayar pajak, tetapi kondisi jalan seperti ini seolah dibiarkan. Ini bukan kerusakan baru, sudah cukup lama,” ujarnya.

‎Permasalahan tidak berhenti pada kerusakan jalan. Temuan di lapangan menunjukkan adanya dugaan penutupan saluran drainase di sepanjang ruas Jalan Raden Patah, yang bahkan dimanfaatkan sebagai area parkir, mulai dari kawasan sekitar sekolah hingga mendekati area hotel. Ironisnya, penutupan tersebut tidak disertai pembangunan bak kontrol sebagai bagian dari standar sistem drainase yang semestinya.

‎Akibatnya, setiap kali hujan turun, kawasan ini dilaporkan mengalami genangan air dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan badan jalan.

‎Dari hasil investigasi, beberapa titik drainase terlihat tertutup permanen tanpa sistem pengendalian air yang memadai. Situasi ini semakin diperparah dengan adanya aktivitas pembangunan di sekitar kawasan dekat The L Hotel, di mana akses drainase di depan proyek juga diduga telah ditutup tanpa perencanaan teknis yang jelas.

‎Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi banjir yang lebih besar ke depan. Warga menilai, tanpa penanganan serius, kawasan ini dapat berubah menjadi titik rawan genangan permanen.

‎“Kalau hujan turun, ini bisa jadi seperti kolam. Harusnya ada bak kontrol, jangan asal tutup drainase,” tambah Lambok.

‎Dari perspektif hukum, dugaan penutupan drainase tanpa izin dan tanpa memenuhi standar teknis berpotensi melanggar ketentuan terkait tata kelola infrastruktur dan perlindungan lingkungan. Selain itu, pembiaran terhadap jalan rusak dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh pemerintah.

‎Sorotan juga mengarah kepada BP Batam yang dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembangunan di kawasan tersebut. Padahal, setiap kegiatan pembangunan wajib memperhatikan keberlanjutan fungsi fasilitas umum, termasuk sistem drainase.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam terkait kondisi tersebut. Minimnya respons ini justru memperkuat persepsi publik adanya pembiaran terhadap persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat.

‎Warga dan pelaku usaha mendesak pemerintah serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan jalan, normalisasi drainase, hingga evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pembangunan di lokasi tersebut. Tanpa tindakan cepat dan terukur, kerusakan infrastruktur ini dikhawatirkan akan terus meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (RP).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain