Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra memberikan penghargaan kepada mitra strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan ekosistem investasi Batam sepanjang Tahun 2025.

Penghargaan itu dihelat keduanya dalam ajang bergengsi bertajuk “Apresiasi Kolaborasi Investasi Batam 2026” di Hotel Grand Mercure, Senin (16/3).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih sekaligus pengakuan atas sinergi yang telah terbangun dari seluruh pihak dalam menjaga iklim investasi dan mendorong kemajuan ekonomi Batam.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, aman, dan kompetitif.

“Atas nama BP Batam, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat, daerah, instansi vertikal, dan seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam menjaga iklim investasi dan mendorong kemajuan ekonomi Batam,” katanya.

Disebutkan, data Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49% melonjak tajam dibanding Triwulan IV 2024 hanya 3,27%. Angka itu mendorong pertumbuhan ekonomi Batam Tahun 2025 yang mencapai 6,76%.

Sementara, realisasi investasi mencapai Rp 69,3 triliun, melampaui target tahunan. Angka itu, inline dengan capaian sosial yang semakin baik. Dimana Tahun 2024, angka kemiskinan di Batam tercatat sebesar 4,85 persen atau sekitar 83,57 ribu jiwa. Sementara, Tahun 2025, angka tersebut berhasil turun menjadi 3,81 persen atau sekitar 68,04 ribu jiwa.

“Hasil ini menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kita dorong bersama tidak hanya tercermin dalam angka-angka ekonomi, tetapi juga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan melalui momen Apresiasi Kolaborasi Investasi Batam 2026, menegaskan bahwa masa depan Batam hanya dapat dibangun melalui kolaborasi yang semakin erat, sehat, dan strategis.

“Capaian hari ini mari kita jadikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi dalam membangun Batam yang lebih maju dan modern,” pungkasnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, Batam diharapkan mampu terus meningkatkan realisasi investasi, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat sebagai daerah tujuan investasi yang inklusif di kancah internasional. Adapun instansi, asosiasi, K/L penerima Apresiasi Kolaborasi Investasi Batam 2026, sebagai berikut:

Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM, Pemerintah Provinsi Kepri, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Polda Kepri, Kodaeral IV, Koarmada I, Kejaksaan Tinggi Kepri, Korem 033/wira Pratama, Zona Bakamla Barat, Binda Kepri, Pengadilan Tinggi Kepri, Pengadilan Tinggi Agama Kepri.

Kantor DJBC Kepri, Kantor Wilayah DJP Kepri, Kantor Wilayah Imigrasi Kepri, Kantor Wilayah BPN Kepri, Kantor Perwakilan BPK Kepri, Kantor Perwakilan BPKP Kepri, Kantor Karantina Kepri, BPS Kepri, Kantor Wilayah DJPB Tanjung Pinang, PT Taspen Persero.

Pemerintah Kota Batam, DPRD Kota Batam, Kodim 0316 Batam, Polresta Barelang, Lanud Hang Nadim Batam, Pengadilan Negeri Batam, Kejaksaan Negeri Batam, Pangkalan Bakamla Batam, Batalyon Marhanlan VI Batam, Batalyon Raider 136/TS, Denpom 1/6 Batam.

Kantor Utama Beacukai Tipe B Batam, Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam, Kantor Wilayah Imigrasi Batam, Kantor BPN Batam, KSOP Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam, BPS Batam, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Jasa Raharja, PT PLN Batam, Politeknik Negeri Batam.

Selanjutnya, Kadin Batam, Apindo Batam, HKI Kepri, REI Batam, PHRI Batam, Pegawai BP Batam Berdedikasi dan Duta Investasi Batam.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dukung Pelepasan Ekspor Timah Solder, Tegaskan Momentum Hilirisasi Batam

BP Batam Dukung Pelepasan Ekspor Timah Solder, Tegaskan Momentum Hilirisasi Batam

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong dan mendukung penuh terhadap investasi manufaktur bernilai tambah dan relevan bagi Batam di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa, Kamis (12/3/2026).

Momentum pelepasan ekspor tersebut hadir di tengah penguatan ekonomi Batam. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,49 persen secara year-on-year. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Batam terus menunjukkan daya tahan dan daya saing sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi yang strategis di wilayah barat Indonesia.

Dalam sambutannya, Fary Djemy Francis mengatakan bahwa Batam perlu terus mendorong investasi yang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi benar-benar bergerak hingga tahap produksi, hilirisasi, dan ekspor.

“Di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor. Momentum pertumbuhan ekonomi yang menguat harus diubah menjadi ekspansi industri bernilai tambah yang nyata,” katanya.

Kegiatan tersebut dipusatkan pada prosesi pelepasan pengiriman timah solder produksi Batam untuk pasar India. Agenda ini mencerminkan semakin kuatnya kemampuan Batam dalam menarik investasi yang tidak hanya hadir di atas kertas, tetapi juga mampu bergerak sampai pada tahap produksi dan menembus pasar internasional.

PT Solder Tin Andalan Indonesia atau STANIA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi timah dan menjadi bagian dari pengembangan industri bernilai tambah di Batam.

“Kehadiran perusahaan ini mencerminkan tumbuhnya aktivitas manufaktur hilir yang mendukung penguatan struktur industri daerah, sekaligus memperluas keterhubungan Batam dengan rantai pasok global, khususnya pada sektor manufaktur dan elektronik,” ujarnya.

Direktur PT Solder Tin Andalan Indonesia, An Sadiano, menyampaikan apresiasi atas dukungan BP Batam terhadap pengembangan investasi industri hilir di Batam.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan BP Batam yang telah memberikan perhatian dan dorongan bagi pengembangan industri kami. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam membangun iklim usaha yang kondusif, sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi bagi penguatan ekspor dari Batam,” ujarnya.

Bagi BP Batam, pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni korporasi. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa investasi hilir di Batam mulai terkonversi menjadi produksi riil, nilai tambah, serta akses pasar internasional.

Hal tersebut penting dalam membangun kredibilitas Batam sebagai kawasan yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga mampu mengeksekusi investasi secara nyata.

Kehadiran industri seperti STANIA juga memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi yang kompetitif. Kedekatan dengan Singapura, kematangan kawasan industri, serta konektivitas logistik menjadi keunggulan yang membuat Batam semakin relevan di tengah perusahaan global yang kini semakin selektif memilih lokasi investasi dan produksi.

Ke depan, BP Batam memandang proyek-proyek hilirisasi seperti ini akan menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat daya saing Batam. Di tengah kompetisi kawasan yang semakin ketat, investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan menciptakan aktivitas ekonomi riil akan menjadi penentu penting bagi pertumbuhan Batam yang berkelanjutan. (Tim)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain