Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra meninjau langsung kondisi arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Domestik Sekupang, Minggu (15/3/2026). Peninjauan ini, dilakukan untuk memastikan pelayanan arus mudik berjalan optimal.

Dalam peninjauan itu, Amsakar dan Li Claudia juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pemudik yang akan berangkat menuju Tanjungbalai Karimun, Buton, Selat Panjang, Bengkalis dan Dumai.

Keduanya menyapa dan berbincang hangat dengan masyarakat yang tengah menunggu keberangkatan, sekaligus menyerahkan bingkisan Lebaran sebagai bentuk perhatian kepada para pemudik. Termasuk, keduanya juga merespon cepat setiap aduan dari masyarakat.

Selain itu, keduanya juga memberikan bingkisan Lebaran kepada para petugas kebersihan, sopir taksi dan porter, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik selama periode mudik Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar Achmad menegaskan bahwa dirinya bersama Li Claudia Chandra akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Batam. Termasuk juga menjamin pelaksanaan arus mudik ini dapat berjalan dengan lancar.

Amsakar juga berharap kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator, regulator, hingga unsur pengamanan, untuk melayani masyarakat dengan baik. Sehingga pekerjaan yang dilakukan ini tidak hanya bernilai ibadah disisi Allah, namun juga memberikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

“Saya ingin katakan bahwa energi kolaborasi ini menjadi model tata kelola bersama ibu Li
Claudia. Kami ingin seluruh stakeholder bahu-membahu, bergerak bersama, dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri yang kita cintai ini,” tegas Amskar.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga berpesan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

Lebih lanjut bagi operator kapal, ia berpesan untuk terus memerhatikan standar keselamatan dan kesiapan kapal yang digunakan. Sebab keselamatan masyarakat ini harus diutamakan. Termasuk memperhatikan kapasitas kapal agar tidak melebihi kapasitas.

“Kita harapkan pelayanan ini dari waktu ke waktu semakin baik. Sehingga saudara-saudara kita yang pulang kampung, betul-betul merasa nyaman dan terlayani,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra meminta seluruh pihak untuk memastikan bahwa persiapan menghadapi Lebaran dilakukan secara matang sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan.

“Arahan bapak presiden sudah sangat jelas, seluruh pihak harus mengutamakan keselamatan di perjalanan dan persiapkan segala aspek dengan matang,” ujarnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait dan Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni. (MT)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dukung Pelepasan Ekspor Timah Solder, Tegaskan Momentum Hilirisasi Batam

BP Batam Dukung Pelepasan Ekspor Timah Solder, Tegaskan Momentum Hilirisasi Batam

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong dan mendukung penuh terhadap investasi manufaktur bernilai tambah dan relevan bagi Batam di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa, Kamis (12/3/2026).

Momentum pelepasan ekspor tersebut hadir di tengah penguatan ekonomi Batam. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,49 persen secara year-on-year. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Batam terus menunjukkan daya tahan dan daya saing sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi yang strategis di wilayah barat Indonesia.

Dalam sambutannya, Fary Djemy Francis mengatakan bahwa Batam perlu terus mendorong investasi yang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi benar-benar bergerak hingga tahap produksi, hilirisasi, dan ekspor.

“Di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor. Momentum pertumbuhan ekonomi yang menguat harus diubah menjadi ekspansi industri bernilai tambah yang nyata,” katanya.

Kegiatan tersebut dipusatkan pada prosesi pelepasan pengiriman timah solder produksi Batam untuk pasar India. Agenda ini mencerminkan semakin kuatnya kemampuan Batam dalam menarik investasi yang tidak hanya hadir di atas kertas, tetapi juga mampu bergerak sampai pada tahap produksi dan menembus pasar internasional.

PT Solder Tin Andalan Indonesia atau STANIA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi timah dan menjadi bagian dari pengembangan industri bernilai tambah di Batam.

“Kehadiran perusahaan ini mencerminkan tumbuhnya aktivitas manufaktur hilir yang mendukung penguatan struktur industri daerah, sekaligus memperluas keterhubungan Batam dengan rantai pasok global, khususnya pada sektor manufaktur dan elektronik,” ujarnya.

Direktur PT Solder Tin Andalan Indonesia, An Sadiano, menyampaikan apresiasi atas dukungan BP Batam terhadap pengembangan investasi industri hilir di Batam.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan BP Batam yang telah memberikan perhatian dan dorongan bagi pengembangan industri kami. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam membangun iklim usaha yang kondusif, sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi bagi penguatan ekspor dari Batam,” ujarnya.

Bagi BP Batam, pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni korporasi. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa investasi hilir di Batam mulai terkonversi menjadi produksi riil, nilai tambah, serta akses pasar internasional.

Hal tersebut penting dalam membangun kredibilitas Batam sebagai kawasan yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga mampu mengeksekusi investasi secara nyata.

Kehadiran industri seperti STANIA juga memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi yang kompetitif. Kedekatan dengan Singapura, kematangan kawasan industri, serta konektivitas logistik menjadi keunggulan yang membuat Batam semakin relevan di tengah perusahaan global yang kini semakin selektif memilih lokasi investasi dan produksi.

Ke depan, BP Batam memandang proyek-proyek hilirisasi seperti ini akan menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat daya saing Batam. Di tengah kompetisi kawasan yang semakin ketat, investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan menciptakan aktivitas ekonomi riil akan menjadi penentu penting bagi pertumbuhan Batam yang berkelanjutan. (Tim)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain