Connect with us

9info.co.id– Direktur PT.Hapsibah Juli Dumaini, diduga mengabaikan Keputusan bersama yang telah di fasilitasi oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH, bersama Dandim 0316 Batam Letkol Kav. Sigit Dharma Wiryawan.
Pertemuan yang menghadirkan pihak PT.Siemen Indonesia, PT. Hapsibah, PT.Bintang Kepri Jaya (BKJ), dan beberapa perusahaan Vendor yang mensubkan material Scaffolding nya melalui PT.BKJ, di gelar di aula lantai 3 Polresta Barelang , Sabtu (29/1/22) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH , mengatakan didapati hasil kesepakatan yakni ” PT. Siemen Bersedia Membayar kan sebesar 4,5 M kepada PT. BKJ melalui rekening PT.Hapsibah.
Pembayaran akan dibayarkan sebesar 3M, selanjutnya pembayaran sisa uang 1,5 M akan di bayarkan setelah pekerjaan selesai dan setelah seluruh laporan dan aduan dicabut”, terangnya.

” PT.BKJ Akan mencabut laporan segala tuntutan dan perkara yang sudah dilaporkan, adapun kontrak kerja yang terjadi antara Pihak PT. BKJ dan PT.Hapsibah tetap berjalan tanpa mengganggu terkait pembayaran yang sudah di sepakati”,sebut Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH”.

Walaupun Pernyataan Kapolres ini telah di publish di press release Polresta Barelang dan telah terbit di beberapa media , namun Direktur PT.Hapsibah, dan PT.Siemen Indonesia tetap tidak mau menandatangani surat kesepakatan bersama yang telah di bahas dalam pertemuan yang di fasilitasi oleh Kapolresta Barelang dan Dandim 0316 Batam.


Menyikapi hal ini, Direktur PT.Bintang Kepri Jaya (BKJ) Ahmad Syahbuddin alias Arnold mengatakan, ” kami mengikuti instruksi yang disampaikan oleh Kapolresta Barelang dan Dandim 0316 Batam. “Sebelum pertemuan yang di fasilitasi oleh Kapolresta dan bapak Dandim, telah terjadi mediasi dan negosiasi antara pihaknya dengan perwakilan PT.Siemen Indonesia, Sanjay Dudjat dan Kuasa Hukumnya. Dalam pertemuan tersebut, kami meminta agar PT.Siemen membayarkan biaya jasa sewa materiaL Scaffolding milik mereka sebesar 6 M”, terangnya.

“Namun karena Instruksi Kapolres dan Dandim, demi terjaganya iklim investasi di kota Batam, kami pun mengalah dan mengikuti arahan sesuai dengan pembahasan dalam kesepakatan bersama yang difasilitasi oleh Kapolres dan Dandim, adapun angka yang disepakati dalam pertemuan tersebut, sebesar 4,5 M”,jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kuasa Hukum PT.BKJ , Bali Dalo,SH. Ada apa dengan PT.Siemen dan PT.Hapsibah? ” Mengapa dalam pertemuan dengan Kapolresta Barelang dan Dandim 0316 Batam, Pihak Siemen dan Hapsibah menyetujui kesepakatan bersama, sementara setelah dituangkannya berita acara yang dibuat secara bersama, pihak terkait enggan untuk menandatangani”,tanya pengacara senior ini.

Untuk menindaklanjuti permasalahan klien kami ini, “kami meminta agar pihak Berwajib menindak lanjuti proses hukum dan laporan klien kami, salah satunya, tindak pidana penipuan yang dilaporkan di Polsek Batam kota, dan tindak pidana pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh Komisaris dan direktur PT.Hapsibah di wilayah hukum Polresta Barelang”,tutupnya. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain