Connect with us

9info.co.id – PT PLN Batam melaksanalan apel gelar pasukan dan peralatan siaga Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah. Apel siaga bertempat di halaman Kantor Pusat PT PLN Batam. Untuk mengamankan pasokan listrik selama masa siaga ini, PLN Batam menyiapkan 26 posko siaga, 668 petugas, 65 unit kendaraan yang siap bertugas 24 jam untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang tersebar di seluruh wilayah Batam.

Selain memastikan pasokan listrik aman dari sisi sumber dan jaringan, PLN Batam juga menyiagakan 21 unit peralatan pendukung di seluruh unit seperti UPS, Genset, Mobile Fault Locator, Trafo Portable dan peralatan lainnya. Genset akan disiagakan pada masjid besar sehingga sholat tarawih, tadarus serta ibadah lainnya dapat terlaksana dengan baik.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra mengatakan bahwa PT PLN Batam berkomitmen memberikan yang terbaik untuk memastikan pasokan listrik aman. Petugas akan berjaga di seluruh unit layanan PLN Batam selama periode Siaga Ramadhan dan Idul Fitri, yang dimulai sejak tanggal 21 Maret hingga 29 April 2023 mendatang. Kehadiran petugas bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menjalankan Puasa Ramadhan dan ibadah lainnya serta merayakan dengan Hari Raya Idul Fitri nyaman.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen PLN Batam dalam peningkatan keandalan pasokan listrik, mendukung kelancaran ibadah saudara-saudara muslim yang menjalankan puasa pada bulan Ramadhan hingga perayaan hari raya Idul Fitri nanti. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan dalam menciptakan listrik yang lebih handal,” ucap Irwansyah.

Irwansyah juga menekankan bahwa saat ini Pemerintah Kota Batam sedang melaksanakan program pembangunan yang sangat pesat, salah satunya adalah pembangunan pelebaran jalan kota Batam.

“PLN Batam harus meningkatkan kewaspadaan mengingat sebagian kabel tertanam pada sekitar jalan yang sedang dilakukan pelebaran. Hal ini perlu kita sama sama diawasi agar tidak terjadi pemadaman akibat kabel bawah tanah PLN Batam terkena galian, sehingga gangguan dapat diminimalisir sekaligus meningkatkan keandalan di Bulan Ramadhan,” tambahnya lagi.

Irwansyah berharap, pelaksanaan puasa dan perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti, serta didukung dengan suplai listrik PLN Batam yang semakin handal.

“Semoga doa kita bersama di jabah oleh Allah SWT dan menjadi kekuatan bagi PLN Batam dalam menjaga keandalan kelistrikan di Batam. Dari segi fisik dan peralatan semua sudah disiagakan. Tidak lupa Ikhtiar dan doa kita lakukan bersama dengan harapan puasa Ramadhan seluruh sistem kelistrikan Batam – Bintan aman hingga kita meraih kebahagiaan dan kemenangan kelak di Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijirah,” tutup Irwansyah. (Nat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

9info.co.id | BATAM – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain