Connect with us

Ketua PTMSI Kota Batam (deret depan) memberikan arahan ke atlet tenis mejad Batam

 

 

9info.co.id – Ketua  PTMSI Kota Batam  Muhammad Kamaludin menyerahkan penghargaan atas prestasi  para atlet  cabang olahraga tenis meja yang menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Propinsi  Kepri di Bintan disampaikan oleh

Penghargaan ini merupakan  apresiasi kepada para atlet mereka di cabang olahraga tenis meja yang menjadi juara umum pada cabor Tenis meja.  Muhammad Kamaludin meminta jangan melihat dari isi apa yang mereka terima, namun  dilihat bahwa apresiasi itu bentuk kebanggaan dan rasa terimakasih kepada para atlet .

Dari berbagai cabang olahraga, Tenis Meja menjadi salah satu cabor yang berhasil mendudukan atletnya sebagai juara umum pada cabor tenis meja.  Dengan Perolehan 4 emas, atlet tenis meja binaan  PTMSI Cabang Kota Batam dibawah Ketua Umumnya Muhammad Kamaludin ini berhasil sejajar dengan atlet dari cabor lainnya yang juga meraih juara umum pada cabor tenis meja di Porprov ke 5 Propinsi Kepri.

 

Sekretaris PTMSI Batam, Dwiki Septiawan (kanan) saat memberikan apresiasi kepada atlet peraih prestasi di Porprov Bintan

 

“Alhamdulillah kami berhasil memunculkan juara baru cabor tenis meja. Para pemegang medali emas ini akan kami siapkan untuk mengikuti seleksi nasional yang kemudian akan dikirim ke PON Aceh Sumatera Utara,” ujar Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Batam , Muhammad Kamaludin,  di Aula Kantor Camat Seibeduk Kota Batam.

Muhammad Kamaludin yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batam mengatakan keberhasilan para atlet binaanya  tidak lepas dari para official dan pelatih serta orang tua yang telah mendukung mereka.

 

Muhammad Kamaludin mengatakan mewakili  PTMSI  Kota Batam  memberi penghargaan atau apresiasi kepada para atlet mereka di cabang olahraga tenis meja yang menjadi juara umum pada cabor Tenis meja. Muhammad Kamaludin meminta jangan melihat dari isi apa yang mereka terima, namun  dilihat bahwa apresiasi itu bentuk kebanggaan dan rasa terimakasih kepada para atlet .

Muhammad Kamaludin menjelaskan bahwa para atlet mereka dari cabang olahraga tenis meja Kota Batam meraih 4 medali emas dan satu perak. Para atlet mereka juga  berhasil menjadi juara umum cabang olahraga tenis meja di Porprov  Kepulauan Riau.

“Ini semua karena para official kami, para pelatih kami dan para atlet kami cabang olahraga tenis meja sangat serius dan sangat menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Muhammad Kamaludin yang didampingi Sekretaris PTMSI Kota Batam Dwiki Septiawan yang juga menjabat Camat Seibeduk..

Muhammad Kamaludin menjelaskan saat hendak menuju Porprov, memang dirinya ditawari oleh beberapa pihak, bahwa untuk menjadi kontingen ke Porprov V Kepri di Bintan, tidak perlu susah susah mengadakan seleksi . “Kami ditawari kalau mau kirim tim, sudah ada atlet yang siap berangkat tanpa harus seleksi. Tapi kami menolaknya,” ujar Kamaludin.
Sebagai ketua PTMSI, Muhammad Kamaludin mengatakan sangat menjunjung sportifitas sehingga untuk menuju ke Porprov, dia dan pengurus lainnya memilih mengadakan seleksi atlet. PTMSI Kota Batam mengadakan  seleksi  yang dilakukan pada atelt  tenis meja di masing-masing kecamatan untuk mengirim atletnya.
“Kami ingin atlet yang muncul adalah atlet yang handal, muncul dari hasil seleksi dan memiliki jiwa bersaing dan sportivitas . Yang jelas kami ingin menang tidak dengan cara curang,” tegas Muhammad Kamaludin yang disambut tepuk tangan . Dia mengatakan bahwa selama ini pihaknya melakukan melaksanakan kegiatan-kegiatan cabang olahraga sehingga melahirkan para atlet tenis meja yang handal.
“Ke depan Kami akan terus mengembangkan cabang olahraga tenis meja di Kota Batam ini di samping sebagai hobi berolahraga, para atlet  kami ini  akan hadir dengan prestasi-prestasi yang terus membaik.
“Hal ini tentu tidak lepas dari keseriusan dan kebersamaan kita semua baik pengurus PTMSI Kota Batam dan PTMSI seluruh Kecamatan se kota Batam juga,” ulas Muhammad Kamaludin. Muhammad Kamaludin mengatakan  seluruh atlet-atlet  selama ini berlatih sungguh-sungguh berlatih dengan keseriusan dan selalu menjunjung sportivitas.
Sebagai bukti apresiasi, maka usai Posprov V Kepri ,  selaku ketua umum PTMSI Kota Batam  dan selaku sekretaris umum , “Kami memberi apresiasi dan peghargaan kepada para juara. Penghargaan ini tentu sebagai bukti sebagai wujud kebanggaan kami kepada para atlet , kepada para pelatih, yang memang dengan contoh sportivitas yang tinggi mereka benar-benar menjadikan anak anak ini sebagai  juara,” ujar Muhammad Kamaludin bersemangat.
Terakhir Muhammad Kamaludin mewakili seluruh pengurus PTMSI Kota Batam mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kota Batam , tim official, KONI  Kota Batam yang telah memberangkatkan Kota Batam sehingga Batam menjadi juara umumnya. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain