Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi kemeriahan Parade Budaya Nusantara di Pekan Raya Batam, Sabtu (2/9/2023).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Harbour Bay itu berlansung selama 10. Hari dan juga menganding pelaku. UKM mengikuti Bazar Kuliner, Ardi mengatakan, giat ini merupakan kegiatan yang mampu menggeliatkan sektor pariwisata budaya dN UKM di Kota Batam.

“Amenitas dan Aksesibilitas di Batam sudah memadai, tinggal kita mengisinya dengan atraksi atau event-event yang bisa mengundang wisatawan datang ke Batam,” ujar Ardi.

Ardi pun mengapresiasi Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Karnaval Indonesia (DPD AKARI) Provinsi Kepulauan Riau yang menggelar Parade Budaya Nusantara Kepri 2023.

“Semoga ke depan makin semarak, dan event ini sangat luar biasa,” kata Ardi.

Sementara itu, Ketua DPD AKARI Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas, mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD AKARI Kepri ini didukung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.

Ia mengatakan, gelaran Parade Budaya merupakan rangkaian dari acara Pekan Raya Batam dengan lokasi di Harbour Bay Down Town Batam dari tanggal 2-10 September 2023.

“Parade Budaya meliputi berbagai pertunjukan yang mengangkat aneka seni dan budaya nusantara , baik dari busana, kain/wastra nusantara seperti batik, tenun, ulos, songket, lurik, sasirangan, dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, ada fashion carnival dan seni tari, yang diikuti dan dihadiri oleh berbagai Paguyuban Seni baik dari dalam dan luar negeri. Sedangkan untuk fashion carnival akan diikuti para talent karnaval anggota AKARI yang berasal dari Batam, Tanjung Pinang , Lingga, Karimun dan Bintan.

Dalam kegiatan tersebut juga akan diserahkan mandat dari DPD AKARI Kepri kepada Dewan Pengurus Cabang (DPC) di kabupaten/kota yang ada di provinsi segantang lada ini.

“Mandat bakal diberikan pada para Ketua DPC AKARI Kabupaten/Kota. Merekalah nanti yang akan merangkul para insan seni di daerahnya untuk aktif dan kreatif di bidang karnaval,” kata Silvia.

Kegiatan ini dibuka Kadis kebudayaan Provinsi Kepri Juramadi Ersam dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur. Bi. Dan Asosiasi Pariwisata Kepri dan Batam. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

9info.co.id | BATAM – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain