Connect with us

9info.co.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman menerima penyerahan jabatan Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat dari Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, M.Sc, serta memimpin serah terima jabatan (Sertijab) enam Jabatan Strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (30/1/2023).

Sertijab di lingkungan TNI AD ini berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/48/I/2023 tanggal 16 Januari 2023, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Enam jabatan yang diserahterimakan terdiri dari jabatan Koordinator Staf Ahli Kasad (Koorsahli Kasad) dari Letjen TNI Afini Boer kepada Letjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., yang sekaligus menyerahkan jabatan Komandan Komando Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) kepada Letjen TNI Arif Rahman, M.A. Kemudian jabatan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) yang sebelumnya dijabat Letjen TNI Arif Rahman, M.A., diserahterimakan kepada Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S.

Selanjutnya, jabatan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) juga diserahterimakan dari Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S. kepada Brigjen TNI Ketut Duara, S.E., M.Tr (Han). Jabatan Direktur Keuangan TNI Angkatan Darat (Dirkuad) dari Brigjen TNI Garanta Singkali, S.E., CFrA kepada Kolonel Cku Ari Yulistiyo, S.E., dan jabatan Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat (Kadispsiad) dari Brigjen TNI Drs. Tagar Pujasembada, M.Psi. kepada Kolonel Inf Heny Setyono, S.Psi., M.Si.

Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, M.Sc. memasuki masa purna bakti, dan akan menduduki jabatan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Selain itu dua Perwira Tinggi (Pati) lainnya yang memasuki masa purna bakti, yaitu Letjen TNI Afini Boer dan Brigjen TNI Garanta Singkali, S.E., CfrA.

Karya Purnawirawan Ditunggu

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dalam sambutannya menyampaikan, seorang prajurit tidak akan pernah mengakhiri pengabdiannya, tetapi akan terus berlangsung selama hayat di kandung badan. Hal itu bisa diaktualisasikan di luar bidang kemiliteran, karena masyarakat dan Bangsa Indonesia masih menunggu karya-karya dan gagasan-gagasan dari para purnawirawan yang sudah dipastikan kaya akan pengalaman dan pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga berpesan kepada para pejabat baru untuk menjalankan tugas dengan baik. Jabatan tersebut adalah kepercayaan serta amanah yang diberikan Pimpinan TNI.

“Saya berpesan bahwa jabatan yang kita emban bukan hanya status semata, melainkan amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia, Negara, dan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesan Kasad.

Jenderal TNI Dudung Abdurrahman juga menekankan pentingnya mensyukuri apapun yang diberikan Tuhan Yang Maha kuasa, termasuk umur, jabatan maupun karunia Tuhan lainnya. “Syukuri apapun yang Tuhan berikan kepada kita, apapun kesulitannya, apapun masalahnya, anugerah-anugerah Tuhan itu akan selalu ada. Di balik kesulitan akan ada kebahagiaan. Yang penting kita pandai bersyukur dan jangan lupa berbahagia,” pungkas Kasad. (Hum)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

9info.co.id | BATAM – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain