9Info.co.id.BATAM- Jajaran pengurus dan anggota Ikatan Pemuda Karya( IPK) DPD Tingkat II Kota Batam memberikan bantuan bahan material bangunan berupa semen ke Tempat Pendidikan Alquran (TPA) AR Raihan di RT 02, RW 14 Perumahan Putra Kelana Jaya (PKJ), Bengkong Sadai, Kota Batam.
Bantuan semen tersebut langsung diberikan Ketua dan sekretaris IPK DPD Tingkat II Kota Batam, Budi Purba dan masmur Siahaan SH, Bantuan material sembako ini pun, secara simbolisi, diterima langsung oleh Ketua TPQ AR Raihan, Muhammad Ibrahim.
“Semoga bantuan semen ini bisa membantu pembangunan TPQ disini,” kata Budi, Jum’at (11/3/2022) usai penyerahan semen kepada yayasan TPQ.
Budi mengatakan, bantuan semen yang diberikan saat ini merupakan program sosial dari IPK Batam. Sebelumnya, IPK Batam melakukan kegiatan Jumat Bersih-Bersih lingkungan.
“Jumat sebelumnya kami bersih-bersih lingkungan, tapi Jumat hari ini kami berikan bantuan semen. Programnya masih sama yakni bakti sosial,” ujarnya.
Budi mengungkapkan, bantuan sosial tidak hanya sampai disini saja, Jumat pekan depan mereka tetap memberikan bantuan, tapi di lokasi yang berbeda yang tentunya bantuan tersebut memang benar-benar dibutuhkan.
“Kami tidak pandang suku, agama dan lainnya untuk berikan bantuan ini, bagi siapapun yang membutuhkan bantuan akan kami bantu sebisa mungkin,” ujarnya.
Sementara Ketua TPQ AR Raihan, Muhammad Ibrahim memberikan apresiasi ke IPK Batam. Menurutnya, pemberian bahan material berupa semen membantu dalam pembangunan TPQ disini.
“Kami berterimakasih kepada IPK Batam, niat baiknya ini sangat mulia, karena membantu pembangunan TPQ kami,” ujarnya.
Kata dia, TPQ AR Raihan saat ini masih dalam tahap pembangunan seperti pemasangan pondasi tiang. Direncanakan kata Ibrahim, TPQ AR Raihan akan dibangun dua lantai untuk tempat anak-anak belajar ngaji.
“Masih pembangunan, kami rencanakan membangunnya lagi sehabis lebaran nanti. Kami tidak menutup kemungkinan uluran dana dari masyarakat yang mau membantu pembangunan TPQ kami,” jelasnya. (yu)
MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat
9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.
Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).
Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.
Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.
Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.
Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).
Bukan Sekadar Seremonial
REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.
REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.
Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.
Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.
“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.
Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi
Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.
Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.
“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam
Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan
REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.
Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.
Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).